- Indonesia Dipilih Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
- BMKG Catat 166 Gempa di Sulteng pada Pekan Terakhir Juli
- MUI Usul Koruptor Boleh Dijatuhi Hukuman Mati
- 76 Konflik Agraria Tercatat di Sulteng, Pemprov Gandeng KPK dan ATR/BPN Perkuat Pencegahan Korupsi
- Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bakal Ditanggung APBN Selama Dua Tahun
- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
Jelang Ramadan, Disperindag Palu Pastikan Pasokan Pangan Aman, Harga Bapok Relatif Stabil

Keterangan Gambar : Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah Kota Palu memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok satu bulan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu menunjukkan, sebagian besar harga bahan pokok di pasar tradisional masih dalam kondisi stabil, meski terdapat kenaikan terbatas pada sejumlah komoditas strategis.
Baca Lainnya :
- Data BPS Ungkap Belasan Ribu Orang di Palu Masih Berjuang Cari Kerja
- BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Tiga Hari, Sejumlah Wilayah Sulteng Berstatus Waspada
- Konflik Asmara dan Judol Diduga Jadi Penyebab Bundir Seorang Mahasiswa di Palu
- Rembuk Pemuda Sulteng, KPA, dan Kampus Berkolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Dupa Layana
- Anwar Hafid Dorong Budidaya Ikan Air Tawar Perluas Program Berani Tangkap Banyak
Kepala Disperindag Kota Palu, Irmawati Alkaf, mengatakan hasil pantauan di lapangan memperlihatkan belum adanya lonjakan harga yang signifikan menjelang Ramadan.
Namun demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai pergerakan harga, terutama pada komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.
“Jadi satu bulan menjelang bulan puasa atau Ramadan, harga bahan di pasar masih terpantau alhamdulillah masih stabil, kecuali beras,” ujar Irmawati saat ditemui di Palu, Rabu (21/1/2026).
Irmawati menjelaskan, kenaikan harga terjadi pada beras jenis medium dan premium.
Kenaikan tersebut masih berada pada kisaran Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram dan terjadi di tengah masa panen yang masih berlangsung.
Ia menuturkan, pemerintah daerah berharap harga beras tetap berada di sekitar harga eceran tertinggi (HET) karena beras menjadi salah satu komoditas utama yang mempengaruhi inflasi daerah.
Selain beras, fluktuasi harga juga terjadi pada komoditas hortikultura, khususnya cabai.
Menurut Irmawati, harga cabai justru mengalami penurunan setelah sempat melonjak pada momentum Tahun Baru.
“Kemudian harga cabai, cabai itu turun sebenarnya dari kemarin di tahun baru sempat naik tinggi ya sampai Rp50 ribu per kilogram, tapi alhamdulillah sekarang masih terpantau Rp20 ribu-an,” katanya.
Di sisi lain, Disperindag mencatat kenaikan harga pada sejumlah komoditas protein hewani.
Irmawati menyebut harga ikan, terutama ikan tuna, mengalami kenaikan di atas harga ideal, disusul harga ayam yang mulai bergerak naik.
“Ikan, harga ikan yang sekarang agak naik, seperti harga ikan tuna itu per kilogram sekitar Rp50 ribu, yang seharusnya itu kan di bawah,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga ayam seharusnya berada di kisaran Rp30 ribuan per kilogram, dengan berat satu ekor rata-rata lebih dari dua kilogram, tergantung ukuran.
Untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin akses pangan masyarakat, Pemerintah Kota Palu menyiapkan sejumlah langkah intervensi pasar menjelang Ramadan.
Irmawati mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan rutin agar tidak terjadi lonjakan harga yang berpotensi memicu inflasi.
Ia juga mengungkapkan, Disperindag Kota Palu akan menggelar program Gade Nolumako atau pasar bergerak yang dilaksanakan mulai 13 Februari hingga 16 Maret 2026.
Program tersebut bertujuan mendekatkan akses belanja masyarakat terhadap bahan pangan pokok.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan pasar murah bersubsidi yang dijadwalkan berlangsung sebanyak delapan kali, mulai 18 Februari hingga 12 Maret 2026.
“Di pasar murah ini ada subsidi dari pemerintah, dengan harga yang lebih murah,” kata Irmawati.
Melalui langkah pemantauan dan intervensi pasar tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap masyarakat tetap mendapatkan harga kebutuhan pokok yang terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang meningkatnya konsumsi pangan pada bulan Ramadan. (Rl/Nl)










