- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
- Pemprov Sulteng Siapkan Pembangunan SMKN 1 Batui, 80 Siswa Dipastikan Tetap Lanjut Sekolah
- Kabar Baik, Kabut Asap di Sulawesi Diprediksi Berkurang 5 Hari ke Depan, Ada Pengaruh Siklon Champi
- Kualitas Udara Masih Tak Sehat, Pembelajaran TK-SMP di Palu Diberlakukan secara Daring Selama 3 Hari
- Pemerintah Resmi Tunda Batas Wajib Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028
Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, PALU - Sebanyak 3.989 orang dengan HIV (ODHIV) di Sulawesi Tengah tercatat telah mengetahui status HIV mereka hingga Agustus 2026. Namun, dari jumlah tersebut, baru 2.271 orang atau 57 persen yang tercatat mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV).
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah itu tercatat dalam Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) 2.1, sebagaimana dilansir dari laman dinkes.sultengprov.go.id.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Jadwalkan Pemeriksaan Para Leader OMC Wilayah Pekan Ini
- Operasi Patuh Tinombala 2025 Dimulai, 729 Personel Dikerahkan untuk Tertib Lalu Lintas di Sulteng
- Hari Pajak Nasional 2025, Anwar Hafid Ajak Warga: Mari Berani Bayar Pajak
- Sulteng Kembali Tembus Final Indonesia Derby 2025 Lewat Tangan Pelatih Edo Apriansyah
- Sepekan Tak Pulang, Dua Nelayan Laulalang Tolitoli Dalam Pencarian
Dinkes Sulteng juga mencatat 680 ODHIV telah menjalani pemeriksaan Viral Load. Sebanyak 639 orang di antaranya dilaporkan memiliki virus yang tersupresi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Wayan Apriani, menyampaikan bahwa validitas data menjadi hal penting dalam pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS.
“Data yang valid merupakan fondasi utama dalam proses perencanaan, monitoring, evaluasi, dan pengambilan kebijakan program,” demikian penekanan Wayan dalam sambutannya pada Pertemuan Validasi Data Pemeriksaan Viral Load HIV Tahun 2026 di Hotel Sentral, Palu, Selasa (6/10/2026).
Ia menyebut penanggulangan HIV/AIDS masih menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan. Indonesia juga berkomitmen mencapai target 95-95-95 pada 2030 sebagai bagian dari upaya mengakhiri epidemi AIDS.
Pertemuan tersebut melibatkan pengelola program HIV tingkat provinsi dan kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium, komunitas, serta Tim Kerja HIV dan PIMS Kementerian Kesehatan RI.
Dalam pertemuan itu, peserta mengevaluasi data pemeriksaan Viral Load, termasuk ODHIV yang memenuhi kriteria tetapi belum menjalani pemeriksaan, ketidaksesuaian pencatatan, potensi duplikasi data, serta kendala pengiriman sampel.
Viral Load merupakan pemeriksaan untuk mengukur jumlah virus HIV dalam darah dan membantu menilai respons pasien terhadap terapi ARV. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam pemantauan keberhasilan pengobatan.
Untuk memperbaiki pelaksanaan program, Dinkes Sulteng merencanakan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) untuk menangani hasil Viral Load yang tidak tersupresi. Rencana lainnya meliputi evaluasi volume spesimen serta pemeriksaan kelengkapan administrasi dan dokumen pemeriksaan.
Evaluasi kondisi alat Abbott juga akan direncanakan bersama Kementerian Kesehatan, Laboratorium RSUD Undata, dan pihak Sinergi.
Dinkes Sulteng selanjutnya akan memperkuat validasi data bersama komunitas dan fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya ini ditujukan untuk mendorong ODHIV yang memenuhi kriteria agar menjalani pemeriksaan Viral Load hingga Desember 2026, sekaligus meningkatkan kualitas pencatatan dan pemantauan pengobatan HIV di Sulawesi Tengah. (nul)









