Kabar Baik, Kabut Asap di Sulawesi Diprediksi Berkurang 5 Hari ke Depan, Ada Pengaruh Siklon Champi

By Inul Irfani 19 Okt 2026, 13:22:15 WIB Iklim
Kabar Baik, Kabut Asap di Sulawesi Diprediksi Berkurang 5 Hari ke Depan, Ada Pengaruh Siklon Champi

Keterangan Gambar : Citra satelit BMKG menunjukkan siklus tropis Champi, Senin (19/10/2026). (Foto: BMKG SPAG Lore Lindu Bariri)


Likeindonesia.com, PALU - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Sulawesi diprediksi sedikit berkurang dalam lima hari ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh sirkulasi Siklon Tropis Champi yang memengaruhi pola angin dan pergerakan asap di wilayah Indonesia Timur.


BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri melaporkan pada Senin (19/10/2026), Siklon Champi atau Super Typhoon Champi (96W) terpantau di Belahan Bumi Utara, tepatnya di sebelah timur Filipina dan Guam. Pusaran badai tersebut memengaruhi sirkulasi cuaca dan arah angin di wilayah Indonesia Timur.

Baca Lainnya :


Kehadiran Siklon Champi yang diprediksi berpengaruh hingga 23 Oktober 2026 turut memengaruhi pergerakan asap karhutla dari Papua Selatan dan Maluku. Asap tersebut bergerak ke arah barat laut, melintasi Maluku Utara, hingga mencapai sebagian wilayah Sulawesi.


Selain itu, palung yang berkaitan dengan Siklon Champi berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di Sulawesi bagian utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. Khusus di Sulawesi Tengah bagian utara, wilayah Tolitoli dan Buol berpeluang mengalami hujan lokal yang dapat membantu mengurangi partikel asap di udara.


“Dalam lima hari ke depan, paparan asap diprediksi sedikit berkurang, meski tidak merata,” demikian laporan BMKG SPAG Lore Lindu Bariri, Senin (19/10/2026).


Meski diprediksi sedikit berkurang, ancaman asap masih perlu diwaspadai selama titik api di Morowali, Morowali Utara, Tojo Una-Una, Maluku, dan Papua masih aktif. Angin kencang juga dapat mengurangi lapisan asap tipis untuk sementara.


Setelah pengaruh Siklon Champi berkurang, angin timuran dari Monsun Australia diperkirakan kembali ke pola normal. Kondisi ini berpotensi membuat sebaran asap karhutla ke wilayah Sulawesi tetap tinggi. Karena itu, prediksi penurunan paparan asap dalam lima hari ke depan bukan berarti ancaman kabut asap telah berakhir. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.