- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan langkah tanggap darurat pasca gempa magnitudo 6,7, Selasa (16/6/2026). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan langkah tanggap darurat menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sigi–Palu pada Selasa siang (16/6/2026).
Dalam penanganan cepat tersebut, pemerintah daerah juga mengerahkan tenaga medis ke sejumlah titik terdampak untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami luka maupun kondisi darurat.
Baca Lainnya :
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
Gubernur mengimbau masyarakat di wilayah terdampak, khususnya Palu, Sigi, Donggala (Pasigala), serta daerah lainnya, agar tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu warga terdampak, dan memastikan kebutuhan dasar segera terpenuhi,” tegas Anwar Hafid.
Selain mengerahkan tenaga medis, pemerintah daerah juga meminta seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan tambahan korban maupun kebutuhan layanan kesehatan pascagempa.
Rumah sakit diminta menyiapkan tenda-tenda pelayanan darurat di area terbuka guna mengantisipasi gempa susulan.
OPD terkait bersama BPBD Sulteng juga telah diinstruksikan menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan layak bagi warga terdampak, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi selama masa tanggap darurat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang berpotensi terdampak gempa. Tim teknis akan melakukan asesmen untuk memastikan keamanan bangunan sebelum digunakan kembali.
Hingga saat ini, BPBD Sulteng masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang rusak, serta segera melapor kepada petugas jika terjadi kondisi darurat di lapangan. (nul)









