- Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Lere, Identitas Korban Belum Diketahui
- Karyawan Hilang Usai Jatuh dari Tongkang di Morowali Utara Ditemukan di Kedalaman 15 Meter
- Palu, Sigi, dan Donggala Jadi Tujuan Wisata Terbanyak di Sulteng
- 35.872 Kopdes Dikebut Rampung Bulan Ini, Siap Beroperasi September
- Akhirnya, Penerbangan Internasional Perdana Palu–Guangzhou Dimulai 6 Agustus
- Suka Rekam Orang Tanpa Izin Buat Konten? Menkomdigi: Bisa Langgar UU PDP
- Masa Transisi Darurat Gempa Sigi Resmi Berakhir, Fokus Penanganan Beralih ke Percepatan Pemulihan
- Pemprov Sulteng Resmi Layangkan Surat Keberatan atas Pencabutan Status Tuan Rumah FORNAS 2027
- Resmi, Harga Pertamax hingga Pertamax Turbo Turun Mulai 1 Agustus
- Pemprov Sulteng Sesalkan Pencabutan Status Tuan Rumah FORNAS 2027, Gubernur: Keputusan Sepihak
BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu

Keterangan Gambar : BMKG menggelar konferensi pers terkait update gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). (Foto: InfoBMKG/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, PALU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Palu pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 Wita dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu.
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 16 kilometer.
Baca Lainnya :
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (16/6/2026).
Ia menyebut, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas VI-VII MMI di Kota Palu dan V-VI MMI di Kabupaten Sigi.
Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, seperti Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, Pasangkayu, Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, hingga Luwu Utara.
Hingga saat ini, telah dilaporkan adanya kerusakan bangunan di sejumlah wilayah terdampak akibat kuatnya guncangan gempa.
Meski demikian, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal tetap aman sebelum kembali digunakan. (nul)



.jpg)






