- Indonesia Dipilih Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
- BMKG Catat 166 Gempa di Sulteng pada Pekan Terakhir Juli
- MUI Usul Koruptor Boleh Dijatuhi Hukuman Mati
- 76 Konflik Agraria Tercatat di Sulteng, Pemprov Gandeng KPK dan ATR/BPN Perkuat Pencegahan Korupsi
- Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bakal Ditanggung APBN Selama Dua Tahun
- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
Banjir Rendam Pantoloan, Arus di Jalur Trans Sulawesi Sempat Terhambat

Keterangan Gambar : Banjir melanda Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Minggu (11/1/2026). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Banjir melanda Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Minggu (11/1/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Genangan air merendam permukiman warga dan badan Jalan Trans Sulawesi, menyebabkan arus lalu lintas sempat terhambat.
Baca Lainnya :
- Satu-Satunya Akses Warga, Jembatan Desa Lero Kabupaten Donggala Terancam Putus
- Kasus HIV di Sulteng Tembus 700 pada 2025, Palu Masih Tertinggi
- Muhammad Iqbal–Abdullah K Mari Kembali Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026–2030
- Siti Maharani Berhasil Melaju di Seleknas Taekwondo 2026, Ketua KONI Sulteng Siap Dukung Penuh
- Masih Ada Ribuan Pekerja di Palu Bergaji di Bawah Rp500 Ribu per Bulan
Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir terjadi di beberapa titik, di antaranya RW 1, RW 7, dan RW 8.
RW 1 menjadi wilayah terparah dengan genangan air yang sempat menghambat akses jalur fly over.
Pelaksana Harian Lurah Pantoloan, Fakhruddin, mengatakan hujan mulai turun sejak pagi hari dan menyebabkan air meluap ke permukiman warga.
Ia menyebutkan, kondisi banjir saat ini sudah mulai berangsur surut.
“Tadi sekitar pagi jam 06.00 begitu mulai hujan dan sampai sekarang ini kami ini sudah mulai surut,” ujar Fakhruddin.
Menurut Fakhruddin, sedikitnya sekitar 30 kepala keluarga terdampak banjir, khususnya di RW 1.
Ia menyebut banjir kali ini merupakan kejadian langka yang terakhir terjadi puluhan tahun lalu.
Ia menjelaskan, ketinggian air sempat menghambat akses kendaraan di jalur fly over Pantoloan.
“Sempat tidak bisa dilalui tadi air tinggi, sekarang sudah mulai surut,” katanya.
Fakhruddin juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski sejumlah warga mengalami kerugian materi.
“Tidak ada korban jiwa,” ucapnya.
Salah seorang warga terdampak, Abdul Rafik Qadir, mengatakan air mulai naik sejak dini hari dan perlahan masuk ke dalam rumahnya.
“Air naik itu dari jam-jam 04.00, jam 04.00 sudah naik sudah meluap,” tutur Abdul Rafik.
Ia mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya, karena air masuk hingga ke dalam rumah.
Abdul Rafik menyebut sebagian barang masih sempat diselamatkan, namun banyak perabot dan barang dagangan yang hanyut terbawa arus.
“Yang lainnya seperti kulkas ini masih sempat saya angkat ke atas, tapi barang-barang termasuk saya punya warung banyak yang hanyut,” katanya.
Menurutnya, banjir sebelumnya hanya menggenangi area sekitar rumah dan tidak pernah sampai masuk ke dalam bangunan.
“Banjir-banjir biasa paling sampai di mata kaki saja tidak sampai masuk ke dalam rumah, dan ini sekarang masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga melaporkan banjir terjadi di wilayah lain, yakni di Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.
Dalam laporan BPBD, hujan deras yang terjadi pada Minggu siang menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap dan merusak pondasi jembatan.
Di Desa Wani 1, tiga unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, sementara di Desa Wani 3 satu unit rumah terdampak dan jembatan penghubung ke Desa Labuan Kungguma terhambat.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini, warga mengungsi secara mandiri dan petugas masih melakukan assessment serta kaji cepat di lokasi banjir. (Rul/Nl)










