- KONI Sulteng Lepas 23 Petinju Berlaga di Kejuaraan Amatir Sulawesi Barat
- Terindikasi Disalahgunakan, Pertamina Blokir 2.189 QR Code BBM Subsidi di Sulteng
- Sulteng Jadi Provinsi dengan Kualitas Lingkungan Terbaik Ketiga di Indonesia
- Tolitoli dan Buol Disebut Berpotensi Terdampak Megathrust, BMKG: Bukan Prediksi
- Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Tumpukan Sampah TPA Kawatuna
- Aktivitas Gempa di Sulteng Kembali Meningkat, Tembus 121 Kejadian dalam Sepekan
- Ketua KONI Sulteng Harap Berani Cup Lahirkan Pemain Nasional dan Internasional
- Gaji PPPK Ditanggung Pusat Mulai 2027, Akbar Supratman: Kabar Baik untuk Sulteng
- Gibran Minta Maaf Usai Siswa Keracunan MBG, Sarankan Bawa Bekal yang Dimasak Ibu
- Ahmad Ali Dorong PSI Donggala Perkuat Struktur dan Solidaritas Menuju Pemilu 2029
Satu-Satunya Akses Warga, Jembatan Desa Lero Kabupaten Donggala Terancam Putus

Keterangan Gambar : Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, DONGGALA – Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). Jembatan tersebut merupakan jalan penghubung sekaligus satu-satunya jalur Trans Sulawesi yang melintasi wilayah tersebut.
Bagian sisi barat jembatan terkikis derasnya aliran sungai yang meluap sejak pagi hari.
Baca Lainnya :
- BMKG: Pertemuan Massa Udara Jadi Pemicu Hujan Lebat di Donggala, Sigi, dan Palu
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Donggala, Getaran Terasa hingga Palu Utara
- BMKG Catat 4.120 Gempa Guncang Sulawesi Tengah Sepanjang 2025
- Sepanjang 2025, BMKG Catat 43.439 Gempa Terjadi di Indonesia
- Instruksi PP Muhammadiyah: Dana Infak Jumat di Semua Masjid Dialihkan untuk Korban Banjir Sumatra
Jembatan ini menjadi akses utama dan satu-satunya jalan penghubung Trans Sulawesi bagi warga Desa Lero dan desa sekitar menuju Kota Palu serta pusat pemerintahan Kabupaten Donggala.
Meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian demi keselamatan pengguna jalan.
Pantauan likeindonesia, warga terlihat bersiaga dan mengatur arus kendaraan secara mandiri karena tidak tersedia jalur alternatif lain di jalur Trans Sulawesi tersebut.
Salah seorang warga Desa Lero, Ahmad, mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir.
“Pagi tadi sempat macet. Air sungai sangat deras dan mengikis bagian bawah jembatan. Air juga membawa material kayu hingga pohon kelapa sehingga membuat pengendara takut melintas,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan.
“Kalau jembatan ini putus, warga tidak bisa ke mana-mana karena tidak ada jalan lain selain jalur ini," kata Ahmad. (BIM/Nl)










