- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
Upah Tukang di Sulteng Paling Rendah se-Indonesia, Hanya Rp 100 Ribu Per Hari

Keterangan Gambar : Potret tukang konstruksi bangunan. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Likeindonesia.com, PALU - Sulawesi Tengah tercatat memiliki rata-rata upah tukang harian terendah di Indonesia.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Indikator Konstruksi Triwulan II-2025, upah tukang di provinsi ini hanya sekitar Rp 100 ribu per hari.
Baca Lainnya :
- Donggala Dilirik Jadi Sentra Hilirisasi Tuna, Pemerintah Siapkan Strategi Penguatan Rantai Pasok
- Indonesia Takluk 2-3 dari Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Perubahan Sistem Kuota Haji Bisa Tambah Masa Tunggu di Sulteng Jadi 27 Tahun
- Sudah Tiga Hari Hilang di Laut, Warga Kaleroang Masih dalam Pencarian
- Program Magang Berbayar Sudah Jalan, Fresh Graduate Bisa Daftar 3 Lokasi Sesuai Minat
Besaran tersebut berada di bawah rata-rata upah tukang harian nasional yang mencapai Rp 140 ribu per hari pada triwulan II-2025.
Upah di Sulawesi Tengah juga lebih rendah dibandingkan provinsi tetangga di Sulawesi, seperti Sulawesi Selatan sebesar Rp 130 ribu, Sulawesi Tenggara Rp 135 ribu, dan Gorontalo Rp 135 ribu per hari.
Di sisi lain, DKI Jakarta menempati posisi tertinggi dengan rata-rata upah tukang Rp 165 ribu per hari. Disusul Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Maluku Utara, masing-masing Rp 160 ribu per hari.
Secara nasional, BPS mencatat upah tukang harian tumbuh 3,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari median Rp 120 ribu pada triwulan II-2024 menjadi Rp 140 ribu pada triwulan II-2025. Kenaikan ini menunjukkan tren permintaan tenaga kerja konstruksi yang masih kuat.
Meski demikian, Sulawesi Tengah dan DI Yogyakarta serta Nusa Tenggara Timur masih berada di posisi bawah dengan rata-rata Rp 100 ribu per hari, jauh tertinggal dari wilayah-wilayah lain.
Berdasarkan data BPS, daftar Upah Tukang Harian per Provinsi pada Triwulan II-2025 adalah sebagai berikut.
1. DKI Jakarta – Rp 165.000
2. Kalimantan Timur – Rp 160.000
3. Kepulauan Bangka Belitung – Rp 160.000
4. Maluku Utara – Rp 160.000
5. Kepulauan Riau – Rp 158.000
6. Sumatera Barat – Rp 150.000
7. Riau – Rp 150.000
8. Sumatera Selatan – Rp 150.000
9. Jawa Barat – Rp 150.000
10. Banten – Rp 150.000
11. Kalimantan Barat – Rp 150.000
12. Kalimantan Tengah – Rp 150.000
13. Kalimantan Selatan – Rp 150.000
14. Kalimantan Utara – Rp 150.000
15. Sulawesi Utara – Rp 150.000
16. Papua Barat – Rp 150.000
17. Papua – Rp 150.000
18. Maluku – Rp 145.000
19. Sulawesi Tenggara – Rp 135.000
20. Gorontalo – Rp 135.000
21. Sulawesi Selatan – Rp 130.000
22. Jambi – Rp 130.000
23. Bengkulu – Rp 130.000
24. Jawa Timur – Rp 126.000
25. Aceh – Rp 125.000
26. Bali – Rp 125.000
27. Sumatera Utara – Rp 120.000
28. Sulawesi Barat – Rp 118.000
29. Lampung – Rp 120.000
30. NTB – Rp 120.000
31. Jawa Tengah – Rp 110.000
32. DI Yogyakarta – Rp 100.000
33. Nusa Tenggara Timur – Rp 100.000
34. Sulawesi Tengah – Rp 100.000
(Nul/Nl)










