- Presiden Ganti Kepala BGN, Dadan Hindayana Dicopot
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Resmi Berakhir! Armada RJA Keluar sebagai Juara Berani Cup Donggala 2026
- Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Mulai Cair Hari Ini, Cek Nominalnya
- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
Tak Hanya Pertengkaran dan Ekonomi, Kebiasaan Mabuk Alkohol Jadi Alasan Cerai di Sulteng

Keterangan Gambar : Ilustrasi pria mengonsumsi alkohol. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, PALU - Tak hanya pertengkaran dan masalah ekonomi, kebiasaan mabuk alkohol juga menjadi salah satu penyebab perceraian di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Dirjen Badilag MA) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, tercatat sebanyak 3.862 kasus perceraian terjadi di wilayah ini selama 2024.
Baca Lainnya :
- Dari Palu hingga Morowali, Ini 5 Daerah dengan Kasus Perceraian Terbanyak di Sulteng
- Warga Binaan di Sulteng Didorong Kelola Lahan Pertanian Produktif
- Aliansi Mahasiswa Bungku Tengah Masuk Gedung DPRD Sulteng, Tuntut Penghentian Tambang PT BAP dan DSN
- Barantan Sulteng Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, Tekan Risiko Penularan di Daerah Endemis
- Rasio Dokter Masih Jauh dari Ideal, Unismuh Palu Hadirkan Fakultas Kedokteran
Dari total tersebut, pertengkaran terus-menerus menjadi penyebab terbanyak dengan 3.092 kasus, disusul oleh meninggalkan salah satu pihak sebanyak 370 kasus, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 197 kasus. Sementara masalah ekonomi tercatat memicu 97 kasus, dan kebiasaan mabuk alkohol menjadi penyebab 95 kasus perceraian.
Selain lima faktor utama tersebut, penyebab lain yang juga tercatat meski jumlahnya lebih kecil antara lain judi, murtad, madat (penyalahgunaan narkoba), poligami, hukuman penjara, zina, cacat badan, dan kawin paksa.
Data tersebut menggambarkan bahwa perceraian di Sulteng bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga erat kaitannya dengan perilaku pasangan. (Nl/Nl)




.jpg)





