- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
- Penumpang Pesawat Dapat Keringanan, Pajak Tiket Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari
- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
Puluhan Kepala OPD Sulteng Ikuti Retret Spiritual di Masjid Raya Baitul Khairaat

Keterangan Gambar : Puluhan kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan retret bernuansa spiritual yang digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu. (Foto : Biro Adpim Setdaprov Sulteng)
Likeindonesia.com, Palu – Puluhan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan retret bernuansa spiritual yang digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (30/1/2026).
Baca Lainnya :
- Pergeseran Tanah di Desa Fatufia Morowali, 288 Warga Mengungsi
- Ribuan Massa Bersihkan Sampah di Kawasan Mangrove Teluk Palu, Diperkirakan Capai 100 Ton
- Mayoritas Swalayan di Sulteng Tersebar di Daerah Ini, Palu Bukan yang Teratas
- Retribusi Sampah Palu Tembus Rp14 Miliar, Target 2026 Dipatok Rp16 Miliar
- Kekeringan Landa Sejumlah Desa di Parigi Moutong, Ribuan Hektare Sawah Gagal Tanam
Retret dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan diikuti sekitar 50 kepala OPD.
Berbeda dari kegiatan sejenis yang umumnya dilaksanakan di hotel atau barak militer, para peserta justru menginap di aula masjid dengan membawa perlengkapan pribadi.
Gubernur Anwar Hafid mengatakan retret tersebut merupakan upaya membangun integritas, kebersamaan, serta memperkuat kesadaran moral para pimpinan perangkat daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Pemerintahan yang baik harus dimulai dari hati yang bersih. Jabatan itu adalah amanah, sehingga setiap kebijakan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan,” ujar Anwar Hafid.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ikhtiar membangun fondasi kepemimpinan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Saya ingin para kepala dinas memulai tugas dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan kesadaran bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekadar kekuasaan,” katanya.
Selama retret, para kepala OPD mengikuti rangkaian ibadah berjamaah, kajian keagamaan, tausiyah, serta diskusi reflektif tentang tanggung jawab dan etika kepemimpinan.
Seluruh agenda dibimbing oleh Jamaah Tabligh.
Anwar Hafid menjelaskan, pemilihan Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai lokasi retret juga didasarkan pada pertimbangan efisiensi anggaran, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Sekarang kita sedang efisiensi anggaran. Kalau sewa hotel tentu biayanya mahal. Kebetulan masjid ini punya aula serbaguna. Insyaallah kita dapat kebersamaan sekaligus keberkahan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulteng, Rustam Arifudin, selaku koordinator kegiatan.
Ia menyebut retret ini dalam tradisi Jamaah Tabligh dikenal dengan istilah khuruj.
“Khuruj berarti keluar, yakni meninggalkan aktivitas duniawi sementara untuk mengikuti kegiatan dakwah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai pukul 10.00 WITA hari ini hingga Senin pagi pukul 06.00 WITA,” jelas Rustam.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat iman dan nilai keagamaan agar dapat menjadi landasan dalam pelaksanaan program pemerintahan.
“Yang dibentuk pertama adalah iman. Nilai-nilai agama diharapkan dapat mengawal program pemerintahan agar terhindar dari kemungkaran,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta retret, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah, Muchsin Husain Pakaya, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dan memperkuat rasa kebersamaan antarpimpinan OPD.
“Kalau di luar mungkin terbatas fasilitasnya, kalau di Masjid ini kan luarbiasa dan juga lebih menyatukan kita semua, di sini tidak ada yang membawa jabatan, semua sama,” ungkap Muchsin.
Retret ini diharapkan dapat membentuk budaya kerja birokrasi yang berlandaskan integritas, tanggung jawab, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat. (Rul/Nl)










