Ribuan Massa Bersihkan Sampah di Kawasan Mangrove Teluk Palu, Diperkirakan Capai 100 Ton

By Inul Irfani 02 Feb 2026, 09:13:07 WIB Lingkungan
Ribuan Massa Bersihkan Sampah di Kawasan Mangrove Teluk Palu, Diperkirakan Capai 100 Ton

Keterangan Gambar : Aksi bersih-bersih sampah berskala besar di kawasan konservasi mangrove Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (30/1) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah Kota Palu menggelar aksi bersih-bersih sampah berskala besar di kawasan konservasi mangrove Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (30/1) pagi. 


Kegiatan ini dilakukan untuk merespons penumpukan sampah laut yang mengancam keberlangsungan ekosistem mangrove di pesisir Pantai Layana, Kelurahan Tondo.

Baca Lainnya :


Dalam kegiatan tersebut, pemerintah mengerahkan sekitar 3.500 personel yang terdiri dari petugas Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), lintas organisasi perangkat daerah, pegiat lingkungan, TNI-Polri, siswa, hingga mahasiswa. 


Pembersihan dilakukan di sepanjang bentangan pesisir sekitar 1,2 kilometer yang selama ini menjadi lokasi akumulasi sampah kiriman.


Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengurangi tekanan sampah terhadap ekosistem mangrove. 


Ia mengatakan, meskipun volume sampah yang ada cukup besar, upaya pembersihan diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi lingkungan pesisir.


“Sekitar 1,2 kilometer bentangan pesisir di teluk ini kita bersihkan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan dampak, walaupun jumlah sampahnya memang cukup besar,” ujar Ibnu Mundzir diwawancarai usai kegiatan aksi bersih, Jumat (30/1) pagi. 


Menurut Ibnu, sebagian besar sampah yang menumpuk merupakan sampah kiriman yang terbawa aliran sungai maupun arus laut dari Selat Makassar, terutama saat memasuki musim angin barat. 


Kondisi tersebut menyebabkan sampah kembali berdatangan dan terperangkap di kawasan mangrove. 


Ia menambahkan, keterlambatan penanganan sampah dapat berdampak serius pada mangrove yang bersifat sensitif terhadap penumpukan limbah. 


Jika dibiarkan, aliran oksigen pada akar mangrove akan terhambat dan berpotensi menyebabkan kematian tanaman.


“Kalau kita lambat membersihkan, maka mangrove kita akan terancam. Mangrove ini cukup sensitif terhadap sampah, karena aliran oksigennya bisa terhambat oleh tumpukan sampah,” katanya.


Dalam kegiatan ini, pemerintah menyiapkan sekitar 70 armada pengangkut sampah. 


Volume sampah yang terangkat diperkirakan mendekati 100 ton, dengan dominasi sampah plastik dan material kayu. 


Sampah yang dikumpulkan akan dibawa ke tempat pembuangan akhir untuk kemudian disortir.


Ibnu menyebutkan, aksi bersih-bersih ini tidak berhenti pada kegiatan satu hari. 


Pemerintah Kota Palu berencana melakukan evaluasi dan melibatkan pemerintah provinsi serta kalangan akademisi untuk merumuskan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemasangan penghalang sampah guna melindungi kawasan mangrove.


“Ke depan kita akan evaluasi dan berbagi peran dengan provinsi serta teman-teman kampus. Kita akan bicarakan secara teknis agar mangrove bisa kita jaga dan tidak sampai mati di musim seperti ini,” ucapnya.


Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penanganan sampah laut. 


Menurutnya, meskipun hasil pembersihan bisa cepat tertutup kembali oleh sampah kiriman, berhenti peduli justru akan memperbesar persoalan lingkungan di masa depan. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.