- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
Pergeseran Tanah di Desa Fatufia Morowali, 288 Warga Mengungsi

Keterangan Gambar : Tampak bangunan hunian kamar kos terdampak bencana pergeseran tanah terjadi di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (30/1/2026). (Foto: Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Morowali – Bencana pergeseran tanah terjadi di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kejadian ini dilaporkan berlangsung sejak Rabu dini hari, 28 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WITA dan hingga Jumat, 30 Januari 2026, pergerakan tanah masih terus terjadi secara perlahan.
Baca Lainnya :
- Mayoritas Swalayan di Sulteng Tersebar di Daerah Ini, Palu Bukan yang Teratas
- Kekeringan Landa Sejumlah Desa di Parigi Moutong, Ribuan Hektare Sawah Gagal Tanam
- Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), peristiwa ini diduga dipicu aktivitas alat berat di area pertambangan.
Getaran dari lima unit excavator yang sedang melakukan aktivitas pemuatan menimbulkan kepanikan warga.
Getaran kembali dirasakan keesokan harinya menjelang malam, disertai tanda-tanda pergeseran tanah.
Dampak bencana tersebut menyebabkan 94 unit kamar kos dan satu unit masjid terdampak langsung.
Sebanyak 288 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Morowali telah melakukan asesmen di lokasi terdampak serta berkoordinasi dalam penanganan darurat.
Upaya yang dilakukan meliputi pendampingan evakuasi warga dan pemindahan barang-barang ke tempat aman.
Selain itu, PMI IMIP mendirikan pos pengungsian untuk menampung warga terdampak.
Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian meliputi hunian sementara dan bantuan logistik bagi para pengungsi.
Kondisi terakhir di lapangan menunjukkan pergerakan tanah masih berlangsung secara perlahan, sehingga warga diminta tetap waspada.
Informasi kejadian ini dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Morowali serta Tim Reaksi Cepat dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah. (Rul/Nl)










