- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi

Keterangan Gambar : Ilustrasi pekerja terkena dampak PHK. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 1.650 pekerja di Sulawesi Tengah (Sulteng) terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Kemnaker mengenai Jumlah Tenaga Kerja Ter-PHK, angka tersebut menempatkan Sulawesi Tengah sebagai provinsi dengan jumlah PHK terbanyak kedua di kawasan Sulawesi, setelah Sulawesi Selatan yang mencatat 4.297 pekerja terkena PHK.
Baca Lainnya :
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- 12 Kelurahan di Palu Terpapar Pencemaran Udara
- Realisasi Program Cetak Sawah Rakyat di Sulteng Capai 4.335 Hektare hingga Akhir 2025
- Aktivitas Sesar Poso Picu Gempa Magnitudo 3,4 di Wilayah Poso
- Tahukah Kamu? Mayoritas Desa di Sulawesi Tengah Berada di Wilayah Tepi Laut
Data Kemnaker merinci, jumlah pekerja yang terkena PHK di Sulawesi Tengah sepanjang 2025 tersebar di setiap bulan. Pada Januari tercatat sebanyak 36 orang, Februari 63 orang, Maret 66 orang, dan April 88 orang.
Jumlah PHK kemudian meningkat pada Mei dengan 149 orang, Juni 127 orang, Juli 269 orang, dan Agustus 278 orang. Puncak PHK terjadi pada September dengan 428 pekerja terdampak.
Sementara itu, pada Oktober jumlah PHK tercatat 88 orang, November 46 orang, dan Desember 12 orang.
Secara nasional, Kemnaker mencatat 88.519 pekerja di Indonesia mengalami PHK sepanjang tahun 2025. (Nul/Nl)










