- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Hingga Rabu Malam, Total Gempa Susulan M 6,7 Tembus 612 Kali
- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido meninjau langsung kondisi korban terdampak gempa. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, SIGI – Pascagempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sigi, dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026), Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido bergerak cepat turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan optimal.
Sejumlah fasilitas kesehatan menjadi lokasi pertama yang ditinjau, di antaranya RS Undata Palu, RS Madani, RS Anutapura, RS Torabelo, serta beberapa puskesmas di wilayah terdampak.
Baca Lainnya :
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, tenaga medis siaga, serta seluruh layanan darurat dapat diakses masyarakat tanpa hambatan.
Selain memantau layanan kesehatan, Wakil Gubernur juga meninjau langsung kondisi permukiman warga di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, yang terdampak gempa. Di lokasi tersebut, ia melihat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap, hingga struktur bangunan.
Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan kebutuhan mendesak di lapangan, mulai dari tempat tinggal sementara, logistik, hingga layanan kesehatan.
“Begitu gempa terjadi, kami langsung bergerak untuk memastikan kondisi masyarakat, fasilitas kesehatan, dan kebutuhan dasar warga terdampak dapat tertangani dengan cepat. Keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah melalui BPBD juga telah mengerahkan alat berat untuk membuka akses yang terputus, mendirikan tenda darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta mengoperasikan dapur umum bagi warga terdampak.
Di sektor kesehatan, tim medis tetap disiagakan di berbagai titik untuk memastikan layanan kegawatdaruratan berjalan cepat dan responsif, termasuk bagi korban yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Reny menegaskan bahwa pemerintah akan terus berada di lapangan hingga kondisi kembali pulih dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus hadir di lapangan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana,” tambahnya.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulteng dalam memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan darurat pascagempa dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (nul)










