- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
- Kekeringan Mengintai Sejumlah Daerah Sulteng, Warga Diingatkan Bijak Gunakan Air Bersih
- Muhammadiyah Usulkan ke BPJPH, Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal
- Pendatang di Palu Paling Banyak Berasal dari Sulsel, Capai 33.603 Orang
- Kabar Baik! Guru PPPK Paruh Waktu Langsung Diangkat Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027, Tanpa Tes
- KONI Sulteng Lepas 23 Petinju Berlaga di Kejuaraan Amatir Sulawesi Barat
- Terindikasi Disalahgunakan, Pertamina Blokir 2.189 QR Code BBM Subsidi di Sulteng
Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak

Keterangan Gambar : Salah satu rumah warga terdampak gempa di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. (Foto: BPBD Kabupaten Sigi)
Likeindonesia.com, SIGI – Jumlah warga Kabupaten Sigi yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa (16/6/2026) dilaporkan mencapai ribuan orang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi melalui Pusdalops-PB mencatat sebanyak 1.813 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.744 jiwa terdampak akibat gempa tersebut.
Baca Lainnya :
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- index
- admin
Selain itu, BPBD Kabupaten Sigi juga melaporkan adanya 1 orang meninggal dunia, 71 orang mengalami luka ringan, dan 3 orang mengalami luka berat.
Dampak kerusakan pada bangunan juga cukup signifikan, dengan total 1.360 rumah warga terdampak, terdiri atas 1.074 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak sedang, dan 30 rumah rusak berat.
Dalam laporannya, BPBD Kabupaten Sigi menyebut data pengungsi masih dalam proses pendataan. Namun secara umum, warga yang terdampak mengungsi di pekarangan rumah masing-masing dan sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga.
“Secara umum, warga yang terdampak mengungsi di pekarangan rumah masing-masing dan sebagian mengungsi di rumah kerabat/keluarga,” demikian keterangan dalam laporan BPBD Kabupaten Sigi yang dirilis pada Rabu (17/6/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan kaji cepat di sejumlah wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan darurat bencana.
Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, termasuk aktivasi layanan kesehatan, evakuasi warga, serta pendirian tenda pengungsian di wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Sigi juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, antara lain air bersih, tenda atau terpal, tikar, selimut, kebutuhan bayi dan ibu hamil, genset, sembako, serta dukungan psikososial bagi para penyintas. (nul)

.jpg)








