- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
- Kekeringan Mengintai Sejumlah Daerah Sulteng, Warga Diingatkan Bijak Gunakan Air Bersih
- Muhammadiyah Usulkan ke BPJPH, Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal
- Pendatang di Palu Paling Banyak Berasal dari Sulsel, Capai 33.603 Orang
- Kabar Baik! Guru PPPK Paruh Waktu Langsung Diangkat Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027, Tanpa Tes
- KONI Sulteng Lepas 23 Petinju Berlaga di Kejuaraan Amatir Sulawesi Barat
- Terindikasi Disalahgunakan, Pertamina Blokir 2.189 QR Code BBM Subsidi di Sulteng
Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Kasus influenza A H3N2 Subclade K atau dikenal dengan istilah “Super Flu” telah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Data terbaru Kementerian Kesehatan RI mencatat 184 kasus sejak 2025 hingga minggu ke-36 tahun 2026.
Kasus tersebut tersebar di 20 provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.
Baca Lainnya :
- Salut! Abdy Azwar Bukti Anak Palu Bisa Jadi Pembawa Berita di Korea Selatan
- WNI Ramai-Ramai Cari Kerja ke Luar Negeri, Istana: Kita Punya Budaya Merantau
- Usai Tragedi Juliana, Menhut Evaluasi Keamanan Gunung Rinjani: RFID dan Aturan Baru Disiapkan
- Menaker Ungkap Lebih dari 1 Juta Sarjana di Indonesia Masih Menganggur di 2025
- Siap-Siap Tambah Budget Transport, Pemerintah Bakal Naikkan Tarif Ojol hingga 15 Persen
Jika dilihat berdasarkan usia, anak-anak menjadi kelompok dengan kasus paling banyak. Sebanyak 38 persen kasus tercatat pada anak usia 0–4 tahun.
Kemudian kelompok usia 5–9 tahun menyumbang 23,4 persen kasus, disusul usia 10–17 tahun sebesar 21,2 persen. Sementara itu, kasus pada kelompok usia 18–59 tahun mencapai 15,8 persen dan usia di atas 60 tahun sebesar 1,6 persen.
Subclade K merupakan bagian dari influenza A (H3N2) yang mengalami mutasi. Istilah “Super Flu” juga digunakan untuk menyebut Subclade K, meski subclade tersebut bukan jenis virus influenza baru.
Khusus sepanjang minggu pertama hingga minggu ke-36 tahun 2026, Kemenkes mencatat 22 kasus Subclade K yang ditemukan di enam provinsi. Pada periode ini, kasus paling banyak tercatat di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Papua Selatan.
Data tersebut berasal dari pemantauan melalui surveilans sentinel ILI-SARI. Adapun rincian kasus sejak 2025 hingga minggu ke-36 tahun 2026 tersebar di sejumlah provinsi, antara lain:
* DKI Jakarta: 28 kasus (2025), 13 kasus (2026)
* Jawa Timur: 27 kasus (2025)
* Kalimantan Selatan: 22 kasus (2025)
* Sumatera Utara: 14 kasus (2025)
* Daerah Istimewa Yogyakarta: 13 kasus (2025)
* Sulawesi Selatan: 12 kasus (2025)
* Jawa Barat: 12 kasus (2025)
* Nusa Tenggara Barat: 7 kasus (2025)
* Sumatera Selatan: 6 kasus (2025)
* Jawa Tengah: 6 kasus (2025), 3 kasus (2026)
* Papua: 3 kasus (2025)
* Sulawesi Tenggara: 2 kasus (2025)
* Nusa Tenggara Timur: 2 kasus (2025), 1 kasus (2026)
* Kalimantan Barat: 2 kasus (2025), 1 kasus (2026)
* Bali: 2 kasus (2025)
* Sulawesi Utara: 1 kasus (2025), 1 kasus (2026)
* Sulawesi Barat: 1 kasus (2025)
* Kalimantan Timur: 1 kasus (2025)
* Aceh: 1 kasus (2025)
* Papua Selatan: 3 kasus (2026)
(nul)

.jpg)







