- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
Kekeringan Landa Sejumlah Desa di Parigi Moutong, Ribuan Hektare Sawah Gagal Tanam
.jpg)
Keterangan Gambar : Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (28/1/2026). (Foto : Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Parigi Moutong – Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dan berdampak pada ribuan hektare lahan pertanian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan, sekitar 3.000 hektare sawah tadah hujan gagal tanam akibat kekurangan pasokan air.
Baca Lainnya :
- Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- Realisasi Program Cetak Sawah Rakyat di Sulteng Capai 4.335 Hektare hingga Akhir 2025
- Aktivitas Sesar Poso Picu Gempa Magnitudo 3,4 di Wilayah Poso
Kekeringan terjadi di Desa Kota Raya Timur, Desa Kota Raya Tenggara, dan Desa Kota Raya Selatan di Kecamatan Mepanga, serta Desa Lambanau di Kecamatan Ongka Malino, pada Rabu (28/1/2026).
Kondisi ini dipicu oleh menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga lahan persawahan tidak mendapatkan suplai air yang memadai.
Sebagian besar sawah terdampak merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan musiman.
Akibat kondisi tanah yang mengering, petani tidak dapat melakukan penanaman sesuai jadwal.
BPBD mencatat tidak ada korban jiwa maupun pengungsian dalam kejadian ini.
Namun, kekeringan masih berlangsung hingga laporan terakhir diterima pada Rabu sore.
Sebagai langkah awal, BPBD telah melakukan assessment di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk penanganan lanjutan.
Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi pasokan air bersih atau irigasi darurat untuk lahan pertanian, pompa air beserta selang untuk penyaluran dari sumber terdekat seperti sungai atau sumur, serta pembangunan sumur dangkal atau sumur bor sementara di area persawahan kritis.
BPBD terus memantau perkembangan situasi seiring masih berlangsungnya kekeringan di wilayah tersebut. (Rul/Nl)










