- Penumpang Pesawat Dapat Keringanan, Pajak Tiket Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari
- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
.jpg)
Keterangan Gambar : Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Realisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat terus berjalan.
Dari total sekitar enam ribu titik yang ditargetkan, ratusan di antaranya saat ini masih dalam tahap proses.
Baca Lainnya :
- Sampah Ancam Mangrove Pantai Layana, DLH Ungkap Indikasi Sumber dan Siapkan Langkah Penanganan
- Pendapatan Parkir Palu 2025 Capai Rp2 Miliar, Masih Jauh dari Target
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- 12 Kelurahan di Palu Terpapar Pencemaran Udara
Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menyebutkan hingga kini pihaknya telah mengerjakan hampir 700 titik koperasi yang tersebar di dua provinsi tersebut.
“Jadi kita kalau di Sulawesi Tengah–Sulawesi Barat ada enam ribu titik. Kami sudah bekerja sekarang hampir 700 titik yang sedang berproses,” ujar Pangdam dihadapan awak media di Palu, Selasa (27/1/2026) pagi.
Ia menjelaskan, setiap Komando Distrik Militer (Kodim) diberikan target penyelesaian minimal dua koperasi hingga batas waktu akhir Januari.
Pangdam mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada seluruh Kodim agar paling lambat 31 Januari masing-masing dapat menyelesaikan minimal dua titik koperasi.
“Hari ini sudah dua yang selesai,” katanya.
Ia berharap, sebelum batas waktu tersebut, jumlah koperasi yang rampung sepenuhnya bisa bertambah dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Kita berharap sebelum tanggal 31 ini kita ada sekitar 20-an lah yang selesai yang sudah 100 persen,” ucapnya.
Meski demikian, Pangdam menegaskan bahwa jumlah koperasi yang masih dalam tahap pengerjaan jauh lebih banyak dibanding yang telah selesai.
Menurutnya, ratusan koperasi yang sedang berproses tersebut akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi wilayah.
“Ini nanti yang menjadi pilot project kita lah, bisa meningkatkan dan mendorong perekonomian di wilayah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pangdam menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk keterkaitan koperasi dengan sektor pertanian.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah. Kami cetak sawah, orang bertani, nanti yang memasarkan adalah Koperasi Merah Putih,” kata Pangdam.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan program nasional yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan usaha secara kolektif, khususnya pada sektor produksi dan pemasaran hasil pertanian. (Rul/Nl)










