- Siap-siap! Ada Pengganti LPG 3 Kg yang Diklaim Lebih Ringan, Harganya Tetap Sama
- Masa Tanggap Darurat Gempa di Sulteng Berakhir, Bantuan untuk Korban Dipastikan Tetap Berjalan
- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun

Keterangan Gambar : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto : @menkeuri/Instagram)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi hari operasionalnya. Dari yang semula berjalan 6 hari dalam sepekan, program ini diusulkan menjadi hanya 5 hari.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut langkah ini berpotensi menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun per tahun. Angka tersebut masih merupakan hitungan awal dan bisa saja berubah.
Baca Lainnya :
- Breaking News! Dua Pekan Perang Israel–Iran, Media Iran Sebut Netanyahu Tewas
- Cegah Brain Rot, Siswa SD–SMA di Indonesia Resmi Dilarang Pakai ChatGPT
- BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Ramadan Berpotensi Genap 30 Hari
- Resmi! Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok, Instagram hingga Roblox Mulai 28 Maret
- THR Pekerja Swasta Tidak Boleh Dicicil, Pemerintah Ingatkan Wajib Cair H-7 Lebaran
“Kan biasa seminggu 6 hari, dia bilang (diusulkan jadi) 5 hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak. Dia bilang aja (bisa hemat) Rp 40 triliun setahun, tapi bisa lebih,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3/2026), dikutip dari Kompas.com.
Purbaya menegaskan, usulan pengurangan hari operasional ini berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN), bukan keputusan dari Kementerian Keuangan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.
Rencana ini juga belum menjadi bagian dari total efisiensi anggaran sebesar Rp 81 triliun yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden. Pengumuman resmi nantinya akan disampaikan langsung oleh Kepala BGN. (Nul)



.jpg)






