- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
ISPA, Radang Lambung, hingga Diabetes Masuk Deretan Penyakit Terbanyak di Sulteng

Keterangan Gambar : Suasana lobi di salah satu rumah sakit di Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sejumlah penyakit masih mendominasi kasus kesehatan sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan laporan Sulawesi Tengah dalam Angka 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus terbanyak, mencapai 35.765 kasus.
Baca Lainnya :
- Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Wilayah Buol, Terasa Hingga Tolitoli dan Pohuwato
- Pemasyarakatan Sulteng Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Warga Terdampak Ekonomi
- Atlet Wushu Sarhan Tambah Koleksi Medali untuk Sulteng di PON Bela Diri 2025
- Aktivis Soroti Proyek Pipa Senoro Selatan, Minta Evaluasi dan Penghentian Kegiatan
- Sulteng Tambah Koleksi Medali, Karateka Tri Fachryanti Raih Perunggu di PON Bela Diri 2025
Selain ISPA, gastritis atau radang lambung juga banyak dialami masyarakat dengan 28.654 kasus, disusul diabetes melitus sebanyak 9.905 kasus. Tiga penyakit ini berada dalam daftar tujuh besar kasus tertinggi di Sulteng tahun 2024.
Sementara itu, hipertensi esensial tetap menempati urutan pertama dengan 45.537 kasus.
Adapun penyakit lainnya yang juga banyak tercatat yakni dermatitis dengan 18.177 kasus, dispepsia 9.298 kasus, dan diare 7.581 kasus.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa masalah kesehatan di Sulteng masih didominasi penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, disertai kasus penyakit menular seperti ISPA dan diare yang juga cukup tinggi. (Nul/Nl)










