- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
- Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru, TNI-Polri Kini Dilibatkan Awasi Wajib Pajak
- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
Usulan Baru DPR, Beli LPG 3 Kg Harus Pakai Sidik Jari atau Retina Mata

Keterangan Gambar : Gas LPG 3 kg. (Foto : iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengusulkan mekanisme baru dalam pembelian gas subsidi LPG 3 kg, yakni menggunakan sidik jari atau retina mata. Usulan ini muncul sebagai upaya agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menilai distribusi LPG 3 kg saat ini masih belum tepat sasaran. Ia pun mendorong penggunaan sistem biometrik agar hanya masyarakat yang berhak bisa membeli gas melon tersebut.
Baca Lainnya :
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Breaking News! Dua Pekan Perang Israel–Iran, Media Iran Sebut Netanyahu Tewas
- Cegah Brain Rot, Siswa SD–SMA di Indonesia Resmi Dilarang Pakai ChatGPT
- BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Ramadan Berpotensi Genap 30 Hari
- Resmi! Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok, Instagram hingga Roblox Mulai 28 Maret
“Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak balik (usul) dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung LPG 3 kg,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026), dikutip dari cnnindonesia.com.
Menurutnya, langkah tersebut bisa mencegah subsidi salah sasaran sekaligus mengurangi pemborosan anggaran. Ia menyebut jumlah penerima LPG 3 kg yang benar-benar layak diperkirakan hanya sekitar 5,4 juta orang, lebih kecil dari angka saat ini yang mencapai 8,6 juta dalam pagu anggaran.
Usulan ini juga disampaikan saat menanggapi wacana pengurangan subsidi BBM. Said menegaskan pihaknya tidak setuju jika subsidi BBM dikurangi. Ia justru menilai pembenahan harus difokuskan pada penyaluran LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran.
“Kenapa kiya mengotak-atik subsidi? Kenapa kita tidak bicara terhadap harga nonsubsidi yang sampai sekarang belum naik? Kenapa yang untuk orang miskin diotak-atik? Jangan dong. Kalau mau diotak-atik yang sudah dijual di pasar yang nggak harga keekonomian, itu lebih make sense,” tandasnya. (nul)


.jpg)







