- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
Revitalisasi Pasar Tavanjuka Telan Rp4,7 Miliar, Ditarget Tuntas Desember 2025
.jpg)
Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, Zulkifli. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah Kota Palu menargetkan revitalisasi Pasar Tavanjuka selesai pada Desember 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, Zulkifli kepada media ini.
Baca Lainnya :
- DMI Sulteng Gelar Silaturahim Rabiul Awal Besok, Hadirkan Dai Nasional
- HGB 40 Ribu Hektare di Palu Disorot DPRD, 600 Penyintas Bencana Belum Dapat Huntap
- DPRD Palu Desak Evaluasi Program MBG Usai Kasus Keracunan di Tiga Sekolah
- Rentetan Insiden Pohon Tumbang hingga Renggut Nyawa, DPRD Kota Palu Minta Pemkot Bertindak Serius
- DLH Palu: Pohon Perkotaan Lebih Rawan Tumbang, Butuh Penanganan Serius
“Untuk revitalisasi pasar yang sedang berlangsung saat ini adalah Pasar Tavanjuka. Insyaallah prosesnya paling lambat selesai Desember 2025 mendatang,” ujar Zulkifli.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp4,7 miliar.
Zulkifli menambahkan, Pasar Tavanjuka diharapkan menjadi fresh market pertama di Kota Palu yang dirancang khusus untuk penjualan kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari sayuran hingga bahan pangan lainnya.
Untuk menjamin kualitas pangan, Disperindag akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, fasilitas pemotongan unggas juga disiapkan di area belakang pasar dengan tenaga juru sembelih yang berkolaborasi bersama Dinas Pertanian.
“Selain Pasar Tavanjuka, Pemkot Palu juga berencana merevitalisasi pasar lain secara bertahap, seperti Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” tambahnya. (Rul/Nl)




.jpg)





