- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
DLH Palu: Pohon Perkotaan Lebih Rawan Tumbang, Butuh Penanganan Serius

Keterangan Gambar : Evakuasi kendaraan tertimpa pohon tumbang di Jalan Sisingamaraja, Kota Palu, Kamis (18/9/2025). (Foto: Damkarmat Palu)
Likeindonesia.com, Palu – Rangkaian insiden pohon tumbang di Kota Palu dalam dua pekan terakhir memunculkan kekhawatiran warga.
Terbaru, sebuah pohon besar roboh di Jalan Sisingamangaraja, Kamis (18/9/2025) pagi, mengakibatkan sebagian badan jalan tertutup dan membuat lalu lintas macet.
Baca Lainnya :
- Sidak di Pasar Palu, Harga Beras Stabil Rp14–15 Ribu per Kilogram
- Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Beruntung Pengemudi Selamat
- Sakit Perut hingga Muntah Usai Konsumsi MBG, Sejumlah Siswa SDN Inpres Boyaoge Dilarikan ke RS
- Tahun Depan, Warga Sulteng Bisa Terbang Langsung ke Cina, Korsel, hingga Eropa
- PMI Sulteng Gelar HUT ke-80, Dorong Gerakan #BeraniDonor
Kejadian serupa terjadi hari sebelumnya, pohon di Jalan Ahmad Yani tumbang menimpa sebuah mobil.
Bahkan, Pekan lalu kejadian pohon tumbang hingga merenggut nyawa seorang.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir, mengakui pohon di perkotaan memang lebih rentan tumbang dibanding pohon di hutan.
“Bahwa memang pohon-pohon di perkotaan itu lebih rawan tumbang ketimbang pohon-pohon yang ada di hutan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/9) sore.
Ia menjelaskan, kerentanan itu dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kepadatan tanah, pemilihan jenis pohon, hingga cara penanaman.
Beberapa jenis pohon dengan akar serabut menurutnya memang lebih mudah roboh, apalagi jika lubang tanam yang digunakan terlalu kecil sehingga akar sulit berkembang.
Menurut Ibnu Mundzir, salah satu langkah yang dilakukan DLH adalah melakukan asesmen sebelum penebangan.
“Kalau ditanya apa yang harus kita lakukan, yang bisa kita lakukan adalah identifikasi, mana pohon yang sakit. Makanya di antara tahapan penebangan pohon itu ada yang namanya asesmen, pohon itu sakit atau tidak, layak tidak ditebang,” jelasnya.
Saat ini, DLH Kota Palu hanya memiliki dua tim untuk menangani pemeliharaan pohon.
Masing-masing tim beranggotakan sekitar 15 orang, dengan perlengkapan mobil kren dan mesin potong.
“Satu hari itu rata-rata yang mereka potong sekitar lima pohon besar untuk satu tim, kemudian kalau pohon kecil sampai tujuh,” katanya.
Ia menambahkan, selain penanganan dari DLH, terdapat pula pihak lain yang memangkas pohon demi pemeliharaan kabel.
Namun, pemangkasan itu justru membuat pohon menjadi miring dan lebih mudah tumbang.
“Seperti misalnya contoh pemeliharaan kabel sehingga dipotong sebelahnya saja, sehingga ini menjadi berat sebelah dan gampang rubuh,” ujarnya.
Ibnu Mundzir menegaskan, keterbatasan armada dan personel membuat pemeliharaan pohon belum maksimal.
Ia menyebut penambahan sumber daya dan dukungan pembiayaan sangat penting agar proses identifikasi pohon rawan tumbang bisa lebih cepat dilakukan.
DLH juga mengingatkan masyarakat agar tidak merusak pohon dengan cara mencacah batang bawahnya, karena bisa mempercepat kematian pohon.
“Kita juga minta kesadaran masyarakat untuk jangan membuat pohon itu menjadi mati,” pungkasnya. (Rul/Nl)










