- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
DPRD Palu Desak Evaluasi Program MBG Usai Kasus Keracunan di Tiga Sekolah

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, menyampaikan sorotannya terkait kasus keracunan siswa akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu, disela paripurna DPRD di ruang sidang utama, Kamis (18/9/2025). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Nurhalis Nur, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kasus keracunan berulang kali terjadi di sejumlah sekolah.
Dalam rapat paripurna DPRD Kota Palu, Kamis (18/9/2025), Nurhalis menyoroti insiden terbaru di SDN Inpres Boyaoge, pada Rabu (17/9/2025). Kasus tersebut menambah daftar kejadian keracunan MBG yang sebelumnya dialami puluhan siswa di MTs Sis Al-Jufri Tatura dan SMK Bina Potensi Palu pada akhir Agustus lalu.
Baca Lainnya :
- Rentetan Insiden Pohon Tumbang hingga Renggut Nyawa, DPRD Kota Palu Minta Pemkot Bertindak Serius
- DLH Palu: Pohon Perkotaan Lebih Rawan Tumbang, Butuh Penanganan Serius
- Sidak di Pasar Palu, Harga Beras Stabil Rp14–15 Ribu per Kilogram
- Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Beruntung Pengemudi Selamat
- Sakit Perut hingga Muntah Usai Konsumsi MBG, Sejumlah Siswa SDN Inpres Boyaoge Dilarikan ke RS
Menurutnya, pola distribusi makanan MBG yang ditangani penyedia jasa hingga melayani 3–4 sekolah sekaligus patut dievaluasi karena berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan makanan.
“Alangkah ironisnya jika program ini justru berdampak buruk pada anak-anak kita, sampai menyebabkan mereka harus absen sekolah beberapa hari,” tegasnya.
Ia menekankan, evaluasi yang serius perlu dilakukan agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi siswa, bukan sebaliknya membahayakan kesehatan mereka. (Bim/Nl)




.jpg)





