- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
DPRD Palu Desak Evaluasi Program MBG Usai Kasus Keracunan di Tiga Sekolah

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, menyampaikan sorotannya terkait kasus keracunan siswa akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu, disela paripurna DPRD di ruang sidang utama, Kamis (18/9/2025). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Nurhalis Nur, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kasus keracunan berulang kali terjadi di sejumlah sekolah.
Dalam rapat paripurna DPRD Kota Palu, Kamis (18/9/2025), Nurhalis menyoroti insiden terbaru di SDN Inpres Boyaoge, pada Rabu (17/9/2025). Kasus tersebut menambah daftar kejadian keracunan MBG yang sebelumnya dialami puluhan siswa di MTs Sis Al-Jufri Tatura dan SMK Bina Potensi Palu pada akhir Agustus lalu.
Baca Lainnya :
- Rentetan Insiden Pohon Tumbang hingga Renggut Nyawa, DPRD Kota Palu Minta Pemkot Bertindak Serius
- DLH Palu: Pohon Perkotaan Lebih Rawan Tumbang, Butuh Penanganan Serius
- Sidak di Pasar Palu, Harga Beras Stabil Rp14–15 Ribu per Kilogram
- Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Beruntung Pengemudi Selamat
- Sakit Perut hingga Muntah Usai Konsumsi MBG, Sejumlah Siswa SDN Inpres Boyaoge Dilarikan ke RS
Menurutnya, pola distribusi makanan MBG yang ditangani penyedia jasa hingga melayani 3–4 sekolah sekaligus patut dievaluasi karena berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan makanan.
“Alangkah ironisnya jika program ini justru berdampak buruk pada anak-anak kita, sampai menyebabkan mereka harus absen sekolah beberapa hari,” tegasnya.
Ia menekankan, evaluasi yang serius perlu dilakukan agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi siswa, bukan sebaliknya membahayakan kesehatan mereka. (Bim/Nl)










