- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Retret Kepsek di Palu, Anwar Hafid Ajak Sekolah Biasakan Siswa Salat Berjamaah

Keterangan Gambar : Kegiatan retret kepala sekolah digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Sabtu (4/4/2026). (Foto : Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak sekolah untuk membiasakan siswa melaksanakan salat berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan akhlak.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan retret kepala sekolah yang digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Sabtu (4/4/2026).
Baca Lainnya :
- Arnilla HM Ali Dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Sulteng
- Pusat Dorong Percepatan RTRW dan LP2B, Sulteng Target Tuntas 2026
- PSMTI Sulteng Sediakan Posko Makan Minum Gratis untuk Jemaah Haul Guru Tua
- DPRD Palu Percepat Pembahasan Ranperda Pajak dan Retribusi untuk Dongkrak PAD 2026
- Produk Karya Warga Binaan Dipasarkan di Lounge Imigrasi Palu
Dalam arahannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan nilai-nilai spiritual.
Ia menilai, membiasakan siswa salat berjamaah menjadi salah satu langkah sederhana namun berdampak besar dalam membentuk karakter generasi muda.
“Ajak anak-anak sekolah untuk salat berjamaah. Bikin kreativitas, tidak usah takut,” ujarnya.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan karakter dan keberkahan dalam kehidupan, termasuk di lingkungan pendidikan.
Anwar Hafid juga mengingatkan bahwa pendekatan dalam dunia pendidikan tidak boleh mengandalkan kekerasan, melainkan harus mengedepankan akhlak, keteladanan, dan doa.
“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.
Selain itu, ia turut mendorong penguatan program “Sulteng Mengaji” sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan siswa dengan nilai-nilai keagamaan.
Ia optimistis, dengan sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan, masa depan pendidikan di Bumi Tadulako akan semakin baik.
Retret kepala sekolah ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah yang akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari strategi membangun “Sulteng Berkah”, yakni Sulawesi Tengah yang maju secara material sekaligus kuat secara spiritual.
“Insya Allah pendidikan di Sulawesi Tengah ini akan maju, mulai dari masjid, mulai dari rumah-rumah ibadah,” pungkas Anwar Hafid. (nul)










