- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
- Bawa Pulang Gelar Juara, Sport United Poboya JR Langsung Disambut KONI Sulteng
Retret Kepsek di Palu, Anwar Hafid Ajak Sekolah Biasakan Siswa Salat Berjamaah

Keterangan Gambar : Kegiatan retret kepala sekolah digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Sabtu (4/4/2026). (Foto : Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak sekolah untuk membiasakan siswa melaksanakan salat berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan akhlak.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan retret kepala sekolah yang digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Sabtu (4/4/2026).
Baca Lainnya :
- Arnilla HM Ali Dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Sulteng
- Pusat Dorong Percepatan RTRW dan LP2B, Sulteng Target Tuntas 2026
- PSMTI Sulteng Sediakan Posko Makan Minum Gratis untuk Jemaah Haul Guru Tua
- DPRD Palu Percepat Pembahasan Ranperda Pajak dan Retribusi untuk Dongkrak PAD 2026
- Produk Karya Warga Binaan Dipasarkan di Lounge Imigrasi Palu
Dalam arahannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan nilai-nilai spiritual.
Ia menilai, membiasakan siswa salat berjamaah menjadi salah satu langkah sederhana namun berdampak besar dalam membentuk karakter generasi muda.
“Ajak anak-anak sekolah untuk salat berjamaah. Bikin kreativitas, tidak usah takut,” ujarnya.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan karakter dan keberkahan dalam kehidupan, termasuk di lingkungan pendidikan.
Anwar Hafid juga mengingatkan bahwa pendekatan dalam dunia pendidikan tidak boleh mengandalkan kekerasan, melainkan harus mengedepankan akhlak, keteladanan, dan doa.
“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.
Selain itu, ia turut mendorong penguatan program “Sulteng Mengaji” sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan siswa dengan nilai-nilai keagamaan.
Ia optimistis, dengan sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan, masa depan pendidikan di Bumi Tadulako akan semakin baik.
Retret kepala sekolah ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah yang akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari strategi membangun “Sulteng Berkah”, yakni Sulawesi Tengah yang maju secara material sekaligus kuat secara spiritual.
“Insya Allah pendidikan di Sulawesi Tengah ini akan maju, mulai dari masjid, mulai dari rumah-rumah ibadah,” pungkas Anwar Hafid. (nul)










