- Zevana Queenza Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
Nelayan yang Hilang di Perairan Batusuya Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, Kamis (6/11). (Foto: SAR Palu)
Likeindonesia.com, Donggala — Setelah dua hari pencarian, seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (6/11).
Korban bernama Aldo (33), sebelumnya dilaporkan jatuh dari kapal saat memancing pada Selasa (4/11/2025) akibat cuaca buruk di tengah laut.
Baca Lainnya :
- Angka Pengangguran Naik, Hampir 50 Ribu Orang di Sulteng Belum Dapat Pekerjaan
- Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas
- Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi Resmi Gantikan Irjen Agus Nugroho
- Polda Sulteng Siagakan Personel Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala
Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 10.47 Wita, di koordinat 0°30.434' S – 119°45.589' E, atau sekitar 5 mil laut ke arah utara dari lokasi kejadian awal.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju Puskesmas Batusuya, sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dalam keterangan resminya.
Penemuan korban terjadi setelah tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran laut pada Kamis pagi, dimulai pukul 07.00 Wita.
Pencarian dilakukan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), perahu karet, dan peralatan selam, dengan dukungan cuaca berawan serta gelombang setinggi 0,5 hingga 1,25 meter.
Operasi melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Palu, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 11.00 Wita, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Sebelumnya, pencarian terhadap Aldo dilakukan sejak Rabu (5/11/2025) pagi dengan membagi area penyisiran laut dan darat di sekitar perairan Batusuya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah dua hari pencarian tanpa henti. (Rul/Nl)





.jpg)




