- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Nelayan yang Hilang di Perairan Batusuya Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, Kamis (6/11). (Foto: SAR Palu)
Likeindonesia.com, Donggala — Setelah dua hari pencarian, seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (6/11).
Korban bernama Aldo (33), sebelumnya dilaporkan jatuh dari kapal saat memancing pada Selasa (4/11/2025) akibat cuaca buruk di tengah laut.
Baca Lainnya :
- Angka Pengangguran Naik, Hampir 50 Ribu Orang di Sulteng Belum Dapat Pekerjaan
- Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas
- Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi Resmi Gantikan Irjen Agus Nugroho
- Polda Sulteng Siagakan Personel Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala
Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 10.47 Wita, di koordinat 0°30.434' S – 119°45.589' E, atau sekitar 5 mil laut ke arah utara dari lokasi kejadian awal.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju Puskesmas Batusuya, sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dalam keterangan resminya.
Penemuan korban terjadi setelah tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran laut pada Kamis pagi, dimulai pukul 07.00 Wita.
Pencarian dilakukan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), perahu karet, dan peralatan selam, dengan dukungan cuaca berawan serta gelombang setinggi 0,5 hingga 1,25 meter.
Operasi melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Palu, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 11.00 Wita, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Sebelumnya, pencarian terhadap Aldo dilakukan sejak Rabu (5/11/2025) pagi dengan membagi area penyisiran laut dan darat di sekitar perairan Batusuya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah dua hari pencarian tanpa henti. (Rul/Nl)




_2.jpg)





