- Zevana Queenza Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas

Keterangan Gambar : Operasi pencarian seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Batusuya, Kabupaten Donggala, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (5/11). (Foto: SAR Palu)
Likeindonesia.com, Donggala — Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (5/11).
Hingga memasuki hari kedua pencarian, korban atas nama Aldo (33) belum ditemukan.
Baca Lainnya :
- Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi Resmi Gantikan Irjen Agus Nugroho
- Polda Sulteng Siagakan Personel Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala
- Palu Kurangi 7 Ribu Ton Sampah per Tahun, Tertinggi di Sulteng
- Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, melalui laporan resmi, menyebutkan korban terjatuh saat sedang memancing pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.
Insiden itu terjadi akibat cuaca buruk di perairan Batusuya. Upaya pencarian awal yang dilakukan oleh nelayan dan warga sekitar tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.
Sejak pagi tim SAR gabungan telah melaksanakan briefing, menyiapkan peralatan, dan membagi area pencarian sesuai standar operasional prosedur.
Tim SAR membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), SRU 2 menggunakan perahu karet dan perahu nelayan untuk menyisir area laut di sekitar koordinat kejadian, sementara SRU 3 melakukan penyisiran darat di sepanjang pantai dengan radius tiga kilometer.
Dalam operasi hari kedua ini, unsur SAR yang terlibat meliputi Basarnas Palu, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Sejumlah alat seperti rescue car, peralatan selam, perahu karet, dan alat komunikasi lapangan turut dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin antara 2 hingga 11 knot, dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter.
Kondisi tersebut masih tergolong aman untuk operasi pencarian, meski berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Hingga Rabu sore, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi akan dilanjutkan dengan evaluasi area pencarian berdasarkan kondisi di lapangan. (Rul/Nl)





.jpg)




