- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
Jepang Diguncang Gempa M 7,5 Diikuti Tsunami, 90 Ribu Warga Mengungsi

Keterangan Gambar : Gempa bumi bermagnitudo 7,5 mengguncang timur laut Jepang pada Senin (8/12/2025) malam. (Foto: georitmus/X)
Likeindonesia.com, Jepang - Gempa bumi bermagnitudo 7,5 mengguncang timur laut Jepang pada Senin (8/12/2025) malam. Guncangan kuat ini memicu terjadinya tsunami dengan ketinggian antara 20 hingga 70 sentimeter di sejumlah wilayah pesisir, termasuk Hokkaido, Aomori, dan Iwate.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya mengeluarkan peringatan tsunami setinggi 3 meter tak lama setelah gempa terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat.
Baca Lainnya :
- Angin Puting Beliung Terjang Desa Bajugan, 8 KK Terdampak
- Pemerintah Hapus Kredit Macet UMKM yang Terdampak Banjir Bandang di Sumatra
- Durasi Reels di Instagram Bertambah, Kini Bisa 20 Menit
- Banjir Setinggi 3 Meter Lumpuhkan Aceh dan Deli Serdang, Ribuan Warga Mengungsi
- Rusia Siapkan Turnamen Piala Dunia Paralel untuk Tim yang Tak Lolos Kualifikasi FIFA Word Cup 2026
Peringatan tersebut kemudian diturunkan menjadi status siaga setelah gelombang yang muncul terpantau lebih rendah dari perkiraan.
Sedikitnya 90 ribu warga mengungsi ke lokasi aman sebagai langkah antisipasi adanya tsunami.
"Statusnya kini diturunkan menjadi siaga karena risiko banjir dan ketinggian gelombang diperkirakan lebih rendah," kata pejabat JMA dalam pengarahan Selasa (9/12/2025) dini hari, dikutip dari Reuters.
Pusat gempa berada 80 kilometer di lepas pantai Aomori, dengan kedalaman 54 kilometer. Intensitas guncangan mencapai level “6 atas” pada skala seismik Jepang di kota Hachinohe, level yang dapat membuat orang sulit berdiri dan berpotensi merusak furnitur berat.
Hingga Selasa petang, NHK melaporkan tidak ada kerusakan besar maupun korban jiwa. Beberapa warga dilaporkan luka ringan dan telah mendapat penanganan medis.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyebut ada tujuh orang terluka sejauh ini.
"Sampai saat ini, saya mendengar ada tujuh orang yang terluka," ujar Perdana Menteri Sanae Takaichi kepada wartawan.
Layanan kereta East Japan Railway sempat dihentikan sementara akibat gempa. JMA juga mengingatkan warga untuk tetap waspada karena gempa susulan yang lebih kuat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Tohoku Electric Power dan Hokkaido Electric Power memastikan pembangkit listrik di wilayah terdampak tetap beroperasi aman. Beberapa wilayah sempat mengalami pemadaman, namun jumlahnya telah direvisi dari ribuan menjadi ratusan rumah. (Nul/Nl)










