- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Jalan Rusak Parah, Jenazah Penyuluh KB di Donggala Dievakuasi Pakai Motor

Keterangan Gambar : Dalam video unggahan warganet di media sosial Facebook yang beredar Kamis, (10/7/2025), terlihat jenazah seorang penyuluh keluarga berencana (KB) hanya dibungkus kain, kemudian diikat di bagian belakang motor. (Foto: Facebook Liu Syi/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Donggala – Jalan rusak parah di wilayah Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, memaksa warga mengevakuasi jenazah seorang penyuluh keluarga berencana (KB) hanya dengan menggunakan sepeda motor.
Jenazah Arieal Sharon, Penyuluh KB, tak bisa dijemput ambulans karena akses jalan yang tak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Baca Lainnya :
- Warga Desa Rano Donggala Keluhkan Jalan Rusak Puluhan Tahun, Minta Perhatian Serius dari Pemerintah
- AHY Tegaskan Tata Ruang dan Konektivitas Kunci Pembangunan Inklusif di Sulawesi Tengah
- Jembatan Vital Nelayan Desa Towale Donggala Rusak, Nelayan Sulit Bawa Ikan ke Jalan Raya
- Setelah Sehari Pencarian, Korban Sungai Mamara Donggala Ditemukan Tak Bernyawa
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
Dalam video unggahan warganet di media sosial Facebook yang beredar Kamis, (10/7/2025), terlihat jenazah hanya dibungkus kain, kemudian diikat di bagian belakang motor yang dikendarai seorang joki agar bisa melewati medan yang terjal dan licin.
"Turut berdukacita atas kepergian sahabat kita yang bertugas di Kecamatan Penimbani, Kabupaten Donggala Izin membagikan agar pemerintah daerah mana tahu bisa lihat postingan ini, terutama pemerintah kecamatan sirenja agar bisa jadi perhatian pemerintah kecamatan karena bukan cuma Kecamatan Penimbani yang miris akan akses jalan, coba tengok juga jalan kami yg di Dusun Pura Malino, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Orang tua saya bisa jadi saksi bagaimana mirisnya akses jalan di atas. Di atas ada 2 dusun dan jumlah KK-nya bisa dibilang layak untuk jadi 1 desa, tapi kami tidak pernah merasakan jalan yang layak bertahun-tahun ," tulis keterangan pemilik akun Facebook, Mohammad Salehudin, dikutip Jumat (11/7/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Likeindonesia.com, evakuasi darurat itu dilakukan oleh warga setempat hingga mencapai Desa Dombu, Kabupaten Sigi, di mana jenazah akhirnya dapat dipindahkan ke mobil ambulans yang sudah menunggu di jalur yang lebih layak. (Bim/Nul)




_2.jpg)





