- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Setelah Sehari Pencarian, Korban Sungai Mamara Donggala Ditemukan Tak Bernyawa

Keterangan Gambar : Proses evakuasi korban terseret arus Sungai Mamara, Kabupaten Donggala. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Donggala – Warga Desa Lumbumamara, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, yang dilaporkan hilang akibat terseret arus Sungai Mamara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban bernama Taharudin (61 th) ditemukan oleh tim SAR gabungan di pesisir pantai Desa Lembasada, berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi awal kejadian, pada Selasa (8/7/2025) pukul 16.30 WITA.
Baca Lainnya :
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Dengan Khidmat, Masyarakat Donggala Kembali Mandikan Bulava Mpongeo
- Slot Gacor, Withdraw Cepat
- Game Slot Gacor Terbaik
Diketahui, korban terseret arus saat menyeberangi Sungai Mamara pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 17.00 WITA untuk mengambil ternaknya di seberang sungai. Saat kejadian, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sehingga arus sungai menjadi deras dan berbahaya.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah keluarga,” ujar Arifuddin, Koordinator Lapangan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu.
Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Palu, BPBD Donggala, Polsek Banawa Selatan, Babinsa, aparat desa, keluarga korban, dan warga setempat. Pencarian dilakukan secara intensif sejak malam hari hingga korban ditemukan keesokan harinya.
"Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing" tutup Arifuddin. (Bim)




_2.jpg)





