- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
Intervensi Gizi pada Ibu Hamil KEK: Upaya Menekan Risiko Bayi Berat Lahir Rendah

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto : iStockphoto)
Oleh:
1. Siti Rahmah Has Roe
2. Azhar
Baca Lainnya :
- BPOM Palu Naik Status Jadi Balai Besar, Pengawasan Obat dan Makanan di Sulteng Diperkuat
- Cegah Kanker, Anak Laki-laki 11 Tahun Dapat Vaksin HPV Gratis Mulai 2027
- Anggota DPD RI Andhika Mayrizal Fasilitasi Khitanan Massal dan USG Ibu Hamil Gratis di Banggai Laut
- Deteksi Dini PJB, Skrining Jantung Anak di Sulteng Menyasar Sekolah Dasar
- Sejumlah Peserta PBI JK Dinonaktifkan, BPJS: Bukan Dicabut, Bisa Direaktivasi
Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Kondisi ini terjadi ketika ibu tidak mendapatkan asupan energi dan protein yang cukup dalam waktu lama, sehingga berdampak pada pertumbuhan janin selama kehamilan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan status gizi kurang memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Oleh karena itu, intervensi gizi menjadi langkah penting untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan dalam program kesehatan ibu adalah pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang mengalami KEK. Program ini bertujuan meningkatkan asupan energi dan protein sehingga kebutuhan nutrisi selama kehamilan dapat terpenuhi. Dalam beberapa studi yang dibahas pada artikel jurnal, pemberian PMT terbukti mampu meningkatkan berat badan ibu selama masa kehamilan serta memperbaiki status gizi ibu yang sebelumnya mengalami defisit energi dan protein.
Data penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan KEK memiliki peluang lebih besar mengalami persalinan dengan bayi BBLR dibandingkan ibu dengan status gizi normal. Setelah intervensi berupa PMT diberikan secara teratur, terjadi peningkatan asupan energi dan protein yang berdampak pada perbaikan indikator kesehatan ibu. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi gizi tidak hanya memperbaiki kondisi ibu, tetapi juga berpengaruh pada pertumbuhan janin.
Selain itu, peningkatan berat badan ibu selama kehamilan menjadi indikator penting keberhasilan program PMT. Ibu yang mendapatkan tambahan asupan gizi secara teratur cenderung mengalami peningkatan berat badan yang lebih baik dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapatkan intervensi. Kondisi ini berkorelasi dengan meningkatnya peluang bayi lahir dengan berat badan normal.
Meskipun demikian, keberhasilan program PMT tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan tambahan, tetapi juga pada kepatuhan ibu dalam mengonsumsi makanan tersebut serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Edukasi gizi yang berkelanjutan perlu diberikan agar ibu memahami pentingnya pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan.
Dengan demikian, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK merupakan strategi yang efektif untuk menurunkan risiko kejadian BBLR. Upaya ini perlu terus diperkuat melalui program kesehatan masyarakat yang terintegrasi, mulai dari pemantauan status gizi ibu hamil, pemberian intervensi gizi yang tepat, hingga edukasi mengenai pola makan sehat selama kehamilan. Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan angka kejadian BBLR dapat ditekan dan kualitas kesehatan ibu serta bayi dapat meningkat.




.jpg)





