- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
- Perhatikan Kualitas Air, Depot di Palu Diminta Penuhi Standar Higiene Sanitasi
- Mahasiswi Asal Morut Meninggal di Kos Palu, Keluarga Ikhlas dan Tidak Minta Autopsi
- Usai Palu–Guangzhou, Sulteng Bidik Rute Internasional Malaysia dan India
Cegah Kanker, Anak Laki-laki 11 Tahun Dapat Vaksin HPV Gratis Mulai 2027

Keterangan Gambar : Ilustrasi vaksin HPV. (Foto : iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, mulai tahun 2027 pemerintah akan memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) gratis kepada anak laki-laki usia 11 tahun. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kanker serviks di Indonesia.
Menurut Menkes, meski laki-laki tidak dapat mengidap kanker serviks, mereka bisa menjadi pembawa atau carrier virus HPV dan menularkannya kepada pasangan. Karena itu, perluasan sasaran vaksinasi dinilai penting untuk menekan angka penularan.
Baca Lainnya :
- Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Sulawesi, Terasa di Buol, Parimo, Gorontalo, hingga Manado
- Melalui Surat Edaran, Pemerintah Larang Sekolah Beri PR Berlebihan Saat Ramadan
- Wamenag Minta Tak Ada Razia Rumah Makan di Bulan Ramadan
- Sidang Isbat Putuskan Puasa Mulai 19 Februari 2026, Tarawih Dimulai Malam Ini
- Anggota DPD RI Andhika Mayrizal Fasilitasi Khitanan Massal dan USG Ibu Hamil Gratis di Banggai Laut
“Pada 2027, kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa mengidap kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan),” ujar Menkes dalam kampanye peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan, percepatan vaksinasi HPV menjadi strategi penting dalam menurunkan kasus kanker serviks, yang saat ini menjadi penyebab kematian terbanyak kedua pada perempuan setelah kanker payudara.
Saat ini, terdapat sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia yang dapat melayani skrining atau deteksi dini kanker. Kementerian Kesehatan menargetkan dalam lima tahun ke depan sebanyak 40 juta perempuan menjalani deteksi dini kanker serviks dan payudara.
Selain itu, pemerintah menargetkan 40 juta orang menerima vaksin HPV dalam lima tahun mendatang. Seluruh perempuan di atas usia 30 tahun diimbau untuk menjalani skrining kanker serviks dan payudara.
"Jika kita bisa menemukan mereka, maka bisa ditangani sedini mungkin karena kanker itu bisa disembuhkan. Tetapi, harus deteksi dini," tegas Menkes.
Sebelumnya, pada 2023 pemerintah telah menjalankan program nasional vaksin HPV yang menargetkan 2,1 juta anak perempuan usia 11 tahun. Dalam tiga tahun, capaian vaksinasi dan deteksi dini telah menjangkau sekitar 1,9 juta perempuan.
Ke depan, program vaksin HPV juga akan menyasar perempuan usia 15 tahun yang belum mendapatkan vaksin saat berusia 11 tahun. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan program lanjutan bagi perempuan usia 21 tahun.
Dengan perluasan imunisasi kepada anak laki-laki mulai 2027, pemerintah berharap angka kanker serviks di Indonesia dapat ditekan secara signifikan melalui langkah pencegahan sejak dini.
"Yang jelas pada tahun 2027, kita akan imunisasi anak laki-laki untuk usia 11 tahun. Sehingga, diharapkan bahwa angka kanker serviks di Indonesia itu bisa turun," pungkasnya. (Nul/Nl)










