- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
HET LPG 3 Kg di Sulteng Naik Jadi Rp20 Ribu, Pemprov Usulkan Tambahan Kuota

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid memimpin rapat koordinasi virtual, Senin (11/8/2025). (Foto : Biro Adpim Sulteng)
Likeindonesia.com, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) LPG tabung 3 kilogram menjadi Rp20 ribu untuk jarak distribusi 0–60 kilometer.
Kenaikan ini diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 500.10.8.3/111/Ro.Ekon-G.ST/2025.
Baca Lainnya :
- Satu-Satunya Wakil Sulteng, Brigpol Akyko Perkuat Timnas Teqball Indonesia Berlaga di SEA Games 2025
- Ranperda Masyarakat Adat Dibahas DPRD Sulteng, Jawab Kekosongan Hukum Lintas Kabupaten
- Hutan Kota Palu Bakal Dibaharui Total, Jadi Ikon Hijau Baru Sulawesi Tengah
- Status Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Naik Kelas Internasional
- Warga Binaan Sulawesi Tengah Tampilkan Karya di Panggung Nasional IPPA Fest 2025
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengatakan, LPG 3 kilogram merupakan program subsidi pemerintah pusat untuk masyarakat kurang mampu, namun penggunaannya kini merata di semua kalangan.
“LPG 3 Kg adalah program subsidi pemerintah pusat untuk masyarakat kurang mampu. Namun di lapangan, penggunaannya sudah merata ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya dalam rapat koordinasi virtual, Senin (11/8/2025).
Ia menyebut penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga distribusi dan memastikan subsidi tepat sasaran.
Anwar juga mengungkapkan kuota LPG 3 kilogram di Sulteng belum mencukupi kebutuhan warga, sehingga Pemprov mengusulkan penambahan kuota ke Kementerian ESDM pada 29 Juli 2025, dengan keputusan diharapkan keluar November mendatang.
“Harapan kita, pada November nanti kuota Sulteng bisa ditambah sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” kata Anwar.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan dan perdagangan ilegal, serta mendorong warga mampu beralih ke LPG non-subsidi. (Rul/Nl)




_2.jpg)





