- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
Hari Kelima Pencarian Longsor Tirtanagaya, Empat Korban Masih Hilang

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan bersiap melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana alam tanah longsor di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Memasuki hari kelima pada Rabu (25/6/2025). (Foto: IST)
Parigi Moutong, Likeindonesia.com - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana alam tanah longsor di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Memasuki hari kelima pada Rabu (25/6/2025).
Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap empat korban yang masih dinyatakan hilang, antara lain Subran (52 tahun), Safrudin E. Manjalai (36 tahun), Riska Jumi (26 tahun), Rapi (14 tahun).
"Seluruh unsur SAR melaksanakan briefing operasional sebelum bergerak ke lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar Lokasi Kejadian Perkara (LKP) pada koordinat 0°35'57.26"N - 120°52'52.44"E," ujar Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
Baca Lainnya :
- Beton Penutup Drainase di Kota Palu Hancur, Besinya Raib Digondol Maling
- Desa Wombo Kalonggo Dilanda Banjir Bandang: 1 Tewas, 3 Hilang, Ratusan Mengungsi
- Banjir Bandang Terjang Desa Wombo, Warga Terjebak dan Masih Menanti Pertolongan
- Dari Buku ke Media Sosial: Apakah Sastra Sedang Kehilangan Jiwanya?
- Untuk Literasi! Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UNTAD Lawan Kesenjangan Membaca
Dalam proses pencarian hari ini, kata Rizal, tim turut dibantu satu unit ekskavator dan dua unit mobil DA buaya untuk mempercepat penggalian material longsoran.
Peralatan dan kendaraan yang digunakan dalam operasi meliputi Rescue Car Double Cabin Basarnas, 1 Unit Ekskavator, 2 Unit Mobil DA, Truck Personel Brimob, Double Cabin Polres Parimo, Double Cabin Polsek Lambunu, Double Cabin BPBD Parimo, Motor Trail TNI AD, Trailer Basarnas, serta peralatan evakuasi, navigasi, dan ekstrikasi lainnya.
Rizal menambahkan, pihaknya akan terus mengerahkan seluruh sumber daya dan kekuatan secara maksimal.
“Upaya pencarian terus kami optimalkan, dengan dukungan alat berat serta sinergi antarinstansi. Semoga keempat korban yang masih hilang dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, antara lain Basarnas Palu, Brimob, Polres Parimo, Polsek Tomini, TNI AD, BPBD Kabupaten Parigi Moutong, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Tagana, Dinas Kesehatan, Aparat Kecamatan Bolano Lambunu, serta warga setempat yang turut membantu. (BIM)










