- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
Desa Wombo Kalonggo Dilanda Banjir Bandang: 1 Tewas, 3 Hilang, Ratusan Mengungsi

Keterangan Gambar : Banjir bandang menerjang Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala pada Selasa sore (27/5/2025). (Foto: Ist)
DONGGALA, Likeindonesia.com - Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala diterjang banjir bandang hebat usai diguyur hujan deras pada Selasa (27/5/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengonfirmasi bahwa luapan sungai akibat hujan berintensitas tinggi memicu terjangan banjir dahsyat yang melanda pemukiman warga.
“Pada pukul 15.00 WITA, hujan deras mengguyur Desa Wombo hingga menyebabkan sungai meluap dan memicu banjir bandang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus.
Baca Lainnya :
- Banjir Bandang Terjang Desa Wombo, Warga Terjebak dan Masih Menanti Pertolongan
- Dari Buku ke Media Sosial: Apakah Sastra Sedang Kehilangan Jiwanya?
- Untuk Literasi! Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UNTAD Lawan Kesenjangan Membaca
- Angka Wisatawan Naik Terus, Sulteng Makin Diminati Buat Liburan!
- Donggala GAS dan One Day One Service: Dua Program Unggulan Polres Donggala untuk Masyarakat
Dampak banjir sangat parah. Sebuah video yang diunggah di Facebook oleh akun Andi Moh Syakil menunjukkan derasnya aliran banjir berlumpur disertai material kayu yang menghantam rumah-rumah warga. Suasana panik pun tampak dalam rekaman tersebut.
Sebanyak 50 rumah warga terendam air, satu jembatan utama di desa putus total, dan sejumlah fasilitas pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga Madrasah turut terdampak. Sedikitnya 100 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat aman demi keselamatan.
Tragisnya, bencana ini menelan satu korban jiwa, seorang perempuan berusia 55 tahun, dan tiga perempuan lainnya dilaporkan hilang. Hingga saat ini, pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR bersama warga setempat.
Kondisi di lokasi bencana mulai berangsur membaik. Hujan telah reda dan air mulai surut, namun warga tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan.
Kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan saat ini antara lain air bersih, makanan siap saji, tenda pengungsian, obat-obatan, serta perlengkapan anak atau kidsware.
Tim SAR, BPBD, dan para relawan terus berjibaku mengevakuasi warga serta melakukan pencarian korban hilang. Pantau terus perkembangan terkini hanya di sini. (Bim)










