- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp45 Ribu, DPRD Palu Ingatkan Pangkalan Jangan Ambil Kesempatan

Keterangan Gambar : Gas elpiji. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, PALU – Harga gas elpiji 3 kilogram di Kota Palu kembali melonjak, bahkan dilaporkan mencapai Rp45 ribu per tabung di beberapa pangkalan. Lonjakan harga ini menjadi perhatian serius anggota Komisi B DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur.
Politisi PKS ini mengaku menerima banyak keluhan dari warga terkait tingginya harga gas melon. Menurut Nurhalis, kebutuhan masyarakat akan elpiji cenderung meningkat selama bulan Ramadan, sehingga pemerintah harus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok.
Baca Lainnya :
- DPRD Soroti Bus Transpalu: Banyak Anggaran, Penumpang Sedikit
- DPRD Palu Dukung Pembentukan Satgas PKA, Perjuangkan Hak Warga atas Lahan
- DPRD Palu Garap Pemetaan Area Tambang, Fokus Kumpulkan Data Lengkap
- DPRD Palu Soroti 207 PPPK Siluman, Minta Segera Diberhentikan
- Catat Tanggalnya, Berani Buka Puasa Nambaso Bakal Digelar di Depan Kantor Gubernur Sulteng
Nurhalis menegaskan pangkalan gas tidak boleh memanfaatkan kondisi ini untuk mengambil keuntungan lebih.
”Kami menyampaikan kembali kepada pangkalan untuk tidak mengambil kesempatan dalam kondisi-kondisi seperti ini," ujarnya.
Ia turut mendesak Pemerintah Kota Palu melakukan sidak lapangan dan menyelenggarakan pasar murah sebagai langkah konkret agar harga elpiji tetap sesuai HET.
“Paling tidak (pemerintah) melakukan kegiatan pasar murah atau sidak terkait itu untuk mengantisipasi kelangkaan Elpiji 3 kg di tengah masyarakat kita, mengingat harganya sudah melampaui HET,” tegas Nurhalis. (Nl/Nl)










