- Pemerintah Resmi Tunda Batas Wajib Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028
- Warga Sulteng Diimbau Perkuat Doa dan Ibadah Hadapi Kabut Asap
- Udara Palu Makin Memburuk, PM2.5 Capai 205 Mikrogram dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Festival Danau Poso 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan
- Ferry Irwandi Inisiasi Patungan untuk Hutan, Raup Donasi Rp10,5 Miliar
- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
DPRD Soroti Bus Transpalu: Banyak Anggaran, Penumpang Sedikit

Keterangan Gambar : Bus TransPalu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU – Bus Transpalu masih menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu karena kondisi penumpangnya yang minim, meski anggaran operasionalnya terus meningkat. Dalam enam bulan terakhir, anggaran bus ini naik dari Rp 8,5 miliar menjadi Rp 15 miliar.
Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, Abdurahim Nazar Al’Amri, mengatakan bahwa persoalan minimnya penumpang sudah terjadi bertahun-tahun.
Baca Lainnya :
- DPRD Palu Dukung Pembentukan Satgas PKA, Perjuangkan Hak Warga atas Lahan
- DPRD Palu Garap Pemetaan Area Tambang, Fokus Kumpulkan Data Lengkap
- DPRD Palu Soroti 207 PPPK Siluman, Minta Segera Diberhentikan
- Catat Tanggalnya, Berani Buka Puasa Nambaso Bakal Digelar di Depan Kantor Gubernur Sulteng
- 58 Anak Ikuti Audisi Tilawah di Palu, Disiapkan Pembinaan Menuju MTQ
“Kalau saya lihat, memang sudah dari tahun ke tahun kosong-kosong. Dan selama hampir dua tahun ini bus itu tidak ada isinya,” ungkapnya di ruang Komisi C, Jumat (20/2/2026).
Menurut Abdurahim, meski pihak Dinas Perhubungan Kota Palu telah menyiapkan strategi, seperti pembangunan halte dan tanda stop di dalam kota dengan total anggaran sekitar Rp 3,5 miliar, kenyataannya bus tetap sepi.
“Buat halte dan ba stop itu anggarannya itu Rp 3,5 miliar, dan hasilnya apa, tidak ada, karena orang ada titik-titik tertentu,” tambahnya.
Ia menilai, bus Transpalu baru efektif di wilayah Palu Utara dan Tavaili, karena masih banyak warga yang menggunakan moda transportasi ini. Namun, rute dalam kota dinilai belum tersusun rapi sejak awal beroperasi, sehingga banyak bus yang menurunkan penumpang di sembarang tempat, bukan di halte.
Abdurahim menyarankan agar Pemkot Palu duduk bersama DPRD untuk membahas rute yang berpotensi menarik minat masyarakat.
Selain itu, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Donggala juga diperlukan agar armada bus bisa digunakan secara maksimal, khususnya untuk jalur Palu Barat ke Donggala.
“Yang kami tahu saat ini hanya Palu Utara dan Tavaili yang berfungsi. Kalau tidak, kami minta Pemkot kerjasama dengan Donggala, karena Donggala masih membutuhkan karena cuma beberapa armada busnya, join saja dengan Donggala,” pungkasnya. (Nl/Nl)





_2.jpg)




