- Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Prediksi Mulai November-Desember
- Operasi Patuh Tinombala Dimulai, Pengendara di Palu Diimbau Lengkapi Surat Kendaraan
- Gubernur Sulteng Percepat Penanganan Karhutla yang Hampir Dekati Rumah Warga di Poso
- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Prediksi Mulai November-Desember

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di Indonesia mengalami kemunduran. Sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.
Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena iklim ini berpotensi mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca Lainnya :
- Operasi Patuh di Sulteng Fokus pada Pelanggaran Kasat Mata, Bukan Pemeriksaan Surat Kendaraan
- Polda Sulteng Jadwalkan Pemeriksaan Para Leader OMC Wilayah Pekan Ini
- Operasi Patuh Tinombala 2025 Dimulai, 729 Personel Dikerahkan untuk Tertib Lalu Lintas di Sulteng
- Kemenag Bakal Gelar Nikah Massal di Seluruh Kota, Gratis Biaya Make Up hingga Mahar
- Hari Pajak Nasional 2025, Anwar Hafid Ajak Warga: Mari Berani Bayar Pajak
BMKG mencatat, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen dari luas daratan Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan lebih lambat dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, 26 ZOM atau 2,15 persen diperkirakan memasuki musim hujan sesuai waktu normal.
Berdasarkan prediksi BMKG, sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Wilayah tersebut mencakup sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua Selatan.
Pada Desember 2026, musim hujan diperkirakan mulai terjadi di 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan Indonesia. Wilayahnya meliputi sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.
Peralihan menuju musim hujan diprediksi berlangsung secara bertahap, dimulai dari wilayah Sumatera bagian utara sebelum meluas ke daerah lainnya.
Sementara itu, dari sisi akumulasi curah hujan selama musim hujan, BMKG memperkirakan 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia akan mengalami curah hujan dalam kategori normal, yakni mendekati rata-rata klimatologisnya. (nul)









