- Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Tumpukan Sampah TPA Kawatuna
- Aktivitas Gempa di Sulteng Kembali Meningkat, Tembus 121 Kejadian dalam Sepekan
- Ketua KONI Sulteng Harap Berani Cup Lahirkan Pemain Nasional dan Internasional
- Gaji PPPK Ditanggung Pusat Mulai 2027, Akbar Supratman: Kabar Baik untuk Sulteng
- Gibran Minta Maaf Usai Siswa Keracunan MBG, Sarankan Bawa Bekal yang Dimasak Ibu
- Ahmad Ali Dorong PSI Donggala Perkuat Struktur dan Solidaritas Menuju Pemilu 2029
- Viral Berdandan hingga Tuai Kritik dari Warganet, Guru SD di Tolitoli Kini Diberhentikan
- Warga Jalan Durian Ditemukan Tewas di Belakang Rumah, Diduga Tersengat Listrik Saat Perbaiki Atap
- Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Nasional 2027, Total Ada 26 Hari
- Antisipasi Antrean Solar di Sulteng, Pemprov Dorong Kemudahan Pengisian BBM Truk Kontainer
BMKG Edukasi Warga Palu Lewat Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami

Keterangan Gambar : BMKG Stasiun Geofisika Palu menggelar Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) 2025 di Kantor Wali Kota Palu, Kamis (30/10/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi dan tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu menggelar Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) 2025, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan berlangsung di Ruang Bantaya, Kantor Wali Kota Palu, diikuti puluhan peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, perwakilan kelurahan, mahasiswa, komunitas, serta media massa.
Baca Lainnya :
- Kendalilan Overkapasitas, 445 Warga Binaan Dipindahkan
- Karnaval Budaya Meriahkan Hari Sumpah Pemuda di SD Gamaliel Palu
- Tradisi Unik Sumpah Pemuda di SD Inpres Salena Padanjese, Guru dan Siswa Kenakan Pakaian Adat
- Penenun Motif Kelor di Palu Masih Eksis, Simbol Kearifan Lokal dan Penggerak Ekonomi UMKM
- Pemasyarakatan Sulteng Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Warga Terdampak Ekonomi
Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palu, Eka Komalasari, hadir mewakili Wali Kota Palu dalam kegiatan tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Palu, Sujabar, menjelaskan bahwa wilayah Kota Palu memiliki potensi tinggi terhadap gempa bumi yang bersumber dari Patahan Palu Koro, salah satu sesar aktif di Sulawesi Tengah yang terbagi dalam lima segmen.
“Patahan Palu Koro pernah memicu beberapa gempa signifikan, termasuk peristiwa 28 September 2018 dengan magnitudo 7,5 yang menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa,” jelas Sujabar diwawancarai media ini.
Dalam pelatihan ini, BMKG memaparkan sejumlah materi penting, mulai dari karakteristik sesar aktif, potensi gempa bumi dan tsunami, cara membaca informasi resmi BMKG, hingga pengenalan sistem peringatan dini tsunami.
Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan Warning Receiver System (WRS), sirine tsunami, aplikasi InfoBMKG, serta jalur dan titik evakuasi tsunami yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan BPBD.
Menurut Sujabar, edukasi semacam ini penting agar masyarakat mampu bertindak cepat dan mandiri saat terjadi bencana.
“SLG ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas masyarakat agar mampu melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu instruksi, serta memahami arti warna status peringatan dini tsunami BMKG,” ujarnya.
Selain memperkuat pemahaman masyarakat, kegiatan ini juga mendukung implementasi program Tsunami Ready Community dari UNESCO-IOC, yang menargetkan terbentuknya komunitas pesisir siaga tsunami melalui pemenuhan 12 indikator kesiapsiagaan.
BMKG berharap pelaksanaan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami dapat memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk mewujudkan komunitas tangguh bencana di Kota Palu. (Rul/Nl)










