- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Bandara Internasional Palu Buka Peluang Embarkasi Haji di Sulteng

Keterangan Gambar : Plt. Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Muchlis Aseng. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu –Status internasional Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu membuka peluang Sulawesi Tengah memiliki embarkasi haji sendiri, sehingga jemaah tak lagi harus transit di Balikpapan.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng menilai keberadaan bandara internasional dapat menjadi dasar kuat untuk mengusulkan perubahan status Asrama Haji Transit Palu menjadi Asrama Haji Embarkasi.
Baca Lainnya :
- HET LPG 3 Kg di Sulteng Naik Jadi Rp20 Ribu, Pemprov Usulkan Tambahan Kuota
- Satu-Satunya Wakil Sulteng, Brigpol Akyko Perkuat Timnas Teqball Indonesia Berlaga di SEA Games 2025
- Ranperda Masyarakat Adat Dibahas DPRD Sulteng, Jawab Kekosongan Hukum Lintas Kabupaten
- Hutan Kota Palu Bakal Dibaharui Total, Jadi Ikon Hijau Baru Sulawesi Tengah
- Status Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Naik Kelas Internasional
Jika usulan ini disetujui, jemaah haji dari Sulteng dapat berangkat langsung ke Arab Saudi tanpa harus transit di embarkasi lain seperti Makassar.
Berdasarkan ketentuan, sebuah embarkasi minimal memiliki 4.000 jemaah, fasilitas asrama untuk dua kloter, serta sarana pendukung kepabeanan dan imigrasi.
Plt. Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Muchlis Aseng, menyebut sejumlah syarat tersebut sebenarnya sudah terpenuhi.
“Dari hasil telaah kita, sejumlah persyaratan sudah terpenuhi. Misalnya asrama haji kami ada 400, ditambah cadangan di Balai Diklat sekitar 400. Dari sisi jemaah, kita sedang pendekatan dengan Kanwil Kemenag Sulawesi Barat untuk bergabung, sehingga jumlahnya mencukupi,” ujarnya saat ditemui, Selasa (12/8/2025).
Kemenag Sulteng saat ini menjajaki kerja sama dengan Sulawesi Barat agar jemaah dari provinsi tersebut juga bisa berangkat melalui Palu.
Dengan kolaborasi itu, jumlah jemaah diperkirakan akan melampaui syarat minimal 4.000 orang.
Usulan ini akan diajukan melalui Gubernur Sulawesi Tengah dengan harapan adanya dukungan fasilitas tambahan, termasuk pemasangan X-ray di asrama haji dan penambahan kuota jemaah.
Dengan jumlah penduduk muslim lebih dari 2,5 juta jiwa, Kemenag Sulteng menilai kuota haji ideal bagi provinsi ini setidaknya 2.500 orang per tahun. (Rul/Nl)




_2.jpg)





