- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
2 Oktober Diperingati Hari Batik Nasional, Saatnya Bangga dengan Motif Nusantara

Keterangan Gambar : Ilustrasi membatik. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Setiap tanggal 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional.
Momen ini bukan sekadar perayaan busana, melainkan penegasan kembali kebanggaan terhadap kain tradisional yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya takbenda.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Pastikan Harga Tiket Pesawat, Kereta, dan Kapal Lebih Murah Saat Libur Nataru
- Magang Fresh Graduate Dibuka 15 Oktober Lewat SIAPkerja, Bisa Kantongin Uang Saku Setara UMP
- Petugas Haji 2026 Mulai Direkrut November, Wajib Masuk Barak Sebulan
- Banyak Perusahaan Enggan Rekrut Gen Z, Kemnaker: Penyebabnya Karena Soft Skill Kurang
- Tanya Soal MBG, ID Pers Istana Reporter CNN Dicabut BPMI
Penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional berawal dari pengakuan resmi UNESCO pada tahun 2009.
Saat itu, badan PBB yang mengurus pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan tersebut menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Intangible Cultural Heritage).
Keputusan dunia ini disambut hangat oleh pemerintah Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009, yang secara resmi menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional.
Lebih dari sekadar pakaian, peringatan Hari Batik Nasional menjadi pengingat bahwa batik adalah karya seni adiluhung yang mengandung filosofi, teknik, dan sejarah yang mendalam. Setiap motif batik memiliki makna tersendiri, menjadikannya simbol kekayaan budaya bangsa.
Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional ini, instansi pemerintah, perusahaan BUMN, hingga sekolah-sekolah diimbau untuk mengenakan batik.
Imbauan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab masyarakat dalam melestarikan batik.
Selain itu, Hari Batik Nasional juga menjadi dorongan besar bagi UMKM dan perajin batik lokal.
Dengan meningkatnya kesadaran publik untuk memakai batik, roda ekonomi kerajinan tangan tradisional ini ikut bergerak, memastikan bahwa tradisi membatik tetap hidup dan terus diwariskan ke generasi mendatang. (Bim/Nl)

.jpg)








