- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Program MBG Bakal Diperluas untuk Lansia, Pemulung, hingga Guru Honorer

Keterangan Gambar : Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan MBG. (Foto: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)
Likeindonesia.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperluas untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk lansia, pemulung, anak jalanan, serta guru honorer.
Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan, perluasan program MBG ini sudah diatur dalam Peraturan Presiden nomor 115 tahun 2025.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Hapus Kredit Macet UMKM yang Terdampak Banjir Bandang di Sumatra
- Menpora Siapkan Bantuan Alat Olahraga untuk Korban Bencana di Sumatera
- Aktor Preman Pensiun, Epy Kusnandar, Tutup Usia
- Tukang Sapu TKA Cina di IMIP Digaji Hampir Rp19 Juta per Bulan
- Durasi Reels di Instagram Bertambah, Kini Bisa 20 Menit
"Ketika program MBG ini dirancang, Pak Prabowo ingin seluruh siswa bisa makan makanan bergizi agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Jangan sampai ada anak Indonesia yang tidak bisa makan. Beliau bahkan menginginkan agar semua orang miskin, disabilitas, para lansia, anak-anak putus sekolah, anak jalanan, anak-anak pemulung, semua menjadi penerima MBG," ujar Nanik di Jakarta, Jumat (5/12/2025) seperti dilansir dari Antara.
Selain itu, penerima manfaat MBG juga akan mencakup tenaga pendidik lain seperti guru sekolah negeri, tenaga honorer, ustaz atau pengajar pesantren, santri di pesantren salaf yang belum terdaftar di Kementerian Agama, serta kader PKK dan posyandu.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menambahkan, pihaknya sudah mengidentifikasi pembangunan 8.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil sebagai bagian dari upaya pemerataan distribusi MBG. Saat ini, sebanyak 4.700 unit sedang dalam proses pembangunan, dengan target 170 unit selesai pada Desember 2025.
"Jumlah penerima manfaat MBG di daerah terpencil tidak lebih dari 3 juta orang di seluruh Indonesia," tutur Dadan.
"Tetapi dalam dua bulan berikutnya, sekitar Januari-Februari 2026, kemungkinan besar seluruh SPPG sudah terbentuk, sehingga Maret atau April 2026, sebanyak 82,9 juta orang sudah bisa dicapai," tandasnya. (Nl/Nl)










