- Penumpang Pesawat Dapat Keringanan, Pajak Tiket Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari
- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
Menakertrans Tinjau Rencana Pembangunan Kampus Patriot di Sigi

Keterangan Gambar : Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau lahan seluas lima hektare di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kamis (20/11) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Sigi — Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau lahan seluas lima hektare di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kamis (20/11) pagi.
Area yang berada di tepian kaki gunung itu kini dipertimbangkan sebagai salah satu kandidat lokasi Kampus Patriot, pusat pembelajaran bagi penerima Beasiswa S2 Patriot.
Baca Lainnya :
- Program Dukungan Psikososial untuk 31 Sekolah Terdampak Gempa Poso Dimulai di Palu
- Rakerwil PSI Dimulai di Palu, Ahmad Ali: Sulawesi Adalah Rumah Bagi Banyak Kader Muda
- Buron Selama Tiga Jam, Perampok Bersenjata di Mamboro Diringkus di Rumah Mertua
- Banua Oge Sauraja: Warisan 143 Tahun yang Terus Hidup di Tengah Kota Palu
- Pembangunan IKN Melambat, Penerimaan Pajak Galian C Palu Anjlok
Dalam penjelasannya, Menteri menegaskan bahwa kunjungan tersebut belum masuk tahap penetapan akhir.
“Pagi ini saya bersama Ibu Wagub dan Pak Wabup meninjau rencana, ini masih rencana, belum pada tahap keputusan, pembangunan Kampus Patriot,” tuturnya dihadapan awak media usai peninjauan.
Program Kampus Patriot dirancang bagi mahasiswa dari tujuh kampus terbaik di Indonesia untuk belajar langsung di kawasan transmigrasi, bukan di kampus induk.
Ia menilai pendekatan itu memungkinkan peserta melihat persoalan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, hingga dinamika sosial secara nyata.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama program adalah menghasilkan solusi terapan.
“Harapannya, solusi yang mereka hasilkan bukan hanya berupa paper atau rekomendasi tertulis, melainkan aksi nyata,” kata dia.
Menteri juga menyinggung harapan pemerintah agar keberadaan kampus ini ikut memperkuat ekonomi lokal.
Pendampingan masyarakat oleh para patriot diharapkan mampu mempersiapkan tenaga kerja di wilayah tersebut.
Ia mengatakan bahwa hal itu penting, agar masyarakat lokal menjadi tuan rumah pembangunan di negerinya sendiri.
Rekrutmen peserta Beasiswa Patriot juga akan mempertimbangkan rekam jejak calon, bukan hanya hasil tes.
Ia menjelaskan bahwa pengamatan panjang lebih meyakinkan dalam menilai kontribusi calon patriot.
Soal bangunan, Kampus Patriot disebut akan menggunakan konsep modular box.
“Jika suatu lokasi masyarakatnya sudah mandiri, kampus bisa dipindah ke daerah lain yang lebih membutuhkan,” jelasnya.
Meski lokasi belum diputuskan, pemerintah pusat menargetkan pembangunan bisa dimulai awal tahun depan jika semua proses berjalan lancar.
Total pembiayaan program disebut mencapai hampir setengah triliun rupiah, mencakup biaya beasiswa dan kebutuhan operasional untuk lebih dari seribu patriot.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa langkah awal termasuk kesiapan lahan.
“Ini adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Saya sudah berdiskusi dengan Wakil Bupati terkait land clearing dan Amdalnya,” katanya.
Menteri juga mengingatkan bahwa kebijakan transmigrasi modern tidak lagi menitikberatkan pada perpindahan penduduk, melainkan pembangunan ekosistem ekonomi baru yang melibatkan SDM unggul di wilayah-wilayah pengembangan. (Rul/Nl)










