- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
Program Dukungan Psikososial untuk 31 Sekolah Terdampak Gempa Poso Dimulai di Palu

Keterangan Gambar : Kegiatan pembukaan program dukungan psikososial bagi puluhan sekolah terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah, Rabu (19/11/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) bersama Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen mulai menjalankan program dukungan psikososial bagi puluhan sekolah terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah, Rabu (19/11/2025).
Baca Lainnya :
- Posbakum Desa dan Kelurahan di Sulteng Capai 78,38 Persen, Delapan Daerah Sudah Tuntas
- Rakerwil PSI Dimulai di Palu, Ahmad Ali: Sulawesi Adalah Rumah Bagi Banyak Kader Muda
- Buron Selama Tiga Jam, Perampok Bersenjata di Mamboro Diringkus di Rumah Mertua
- Banua Oge Sauraja: Warisan 143 Tahun yang Terus Hidup di Tengah Kota Palu
- Pembangunan IKN Melambat, Penerimaan Pajak Galian C Palu Anjlok
Program ini dijadwalkan berjalan hingga 26 November 2025.
Pada tahap awal, pendampingan difokuskan kepada guru dan tenaga pendidik sejak 19–21 November, sebelum intervensi psikologis dilanjutkan ke siswa PAUD hingga SMP.
Ketua Umum Himpsi, Andik Matulessy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut pendampingan pascabencana yang dilakukan setelah gempa Poso pada 17 Agustus 2025.
Sebelum program dimulai, Himpsi telah melakukan asesmen psikologis terhadap 456 siswa dari 31 sekolah.
“Hasil asesmen menunjukkan dampak psikologis cukup besar, terutama pada siswa SD dan SMP. Banyak siswa mengalami kecemasan, ketegangan, dan kekhawatiran,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Himpsi menyiapkan sejumlah intervensi utama seperti trauma healing bagi siswa, pelatihan psychological first aid untuk guru, simulasi kesiapsiagaan bencana (integrated drill procedure), hingga penguatan sumber daya lokal agar sekolah mampu memberikan pendampingan jangka panjang secara mandiri.
Program ini menargetkan 1.625 siswa penyintas di 31 sekolah serta 125 guru yang mengikuti pelatihan.
Setelah dibekali, para guru diharapkan menerapkan keterampilan tersebut di sekolah masing-masing dengan didampingi psikolog dari Himpsi.
Direktur PKPLK Kemendikdasmen, Saryadi, mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana tinggi sehingga sektor pendidikan memerlukan dukungan tidak hanya berupa sarana darurat, tetapi juga pemulihan psikologis.
“Kolaborasi ini strategis untuk memastikan dampak psikologis penyintas dapat ditangani. Melalui simulasi penyelamatan, kami juga mendorong meningkatnya kesiapsiagaan sekolah,” kata Saryadi.
Kepala BPMP Sulteng, Muhammad Anis, menambahkan bahwa pihaknya memiliki tim SPAB dan satgas yang siap diterjunkan ke lokasi terdampak, termasuk penyediaan tenda darurat belajar agar proses pendidikan tetap berlangsung.
Program ini mencakup tiga tahap pemulihan: emergency response melalui asesmen dan observasi; rehabilitasi lewat pendampingan kelompok; serta rekonstruksi bagi siswa yang masih menunjukkan gejala psikologis lanjutan.
Rangkaian pendampingan akan ditutup dengan pentas seni sebagai bagian dari proses pemulihan siswa terdampak gempa Poso. (Rul/Nl)










