- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Perairan Tojo Una-Una, Terasa di Ampana

Keterangan Gambar : Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang perairan Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Rabu (11/3/2026) pagi. (Foto : Dok. BMKG)
Likeindonesia.com, TOUNA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang perairan Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Rabu (11/3/2026) pagi. Getaran gempa dilaporkan terasa hingga wilayah Ampana.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 09.12.13 WIB dengan parameter magnitudo pembaruan M4,7.
Baca Lainnya :
- Mudik Lebaran di Sulteng Dijaga 3.739 Personel, 92 Pos Pengamanan Disiapkan Polda Sulteng
- Krisis Air Bersih di Luwuk Banggai Disorot, Pemerintah Daerah Diminta Perbaiki Pelayanan
- Dua Batalyon Infanteri Teritorial Baru Dibentuk, Berbasis di Polman dan Parigi Moutong
- Gubernur Sulteng Turunkan Tim Investigasi untuk Cek Aktivitas Tambang di Dongi-Dongi
- Komnas HAM Sulteng Desak Pemkab Morowali Utara Segera Perbaiki Jalan Korolama–Koromatantu
Episenter gempa berada pada koordinat 0,54° LS dan 121,879° BT, tepatnya di laut wilayah Una-Una, sekitar Teluk Tomini, dengan kedalaman 7 kilometer.
Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser mendatar (strike-slip),” ujarnya, dalam pers rilis yang diterima Rabu (11/3/2026).
Gempa ini dirasakan di Ampana dengan intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti truk besar yang melintas.
BMKG juga memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 09.30 WIB, hasil pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman dari kerusakan sebelum kembali masuk ke dalam rumah.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkas Rahmat Triyono. (Nul)










