- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Hingga Rabu Malam, Total Gempa Susulan M 6,7 Tembus 612 Kali
- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
Gempa M 4,8 Guncang Parigi Moutong, Warga Palasa Sempat Panik

Keterangan Gambar : Gempa berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Palasa, Parigi Moutong, Kamis (20/11/2025) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Rekaman CCTV warga di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, memperlihatkan suasana panik saat guncangan gempa terasa pada Kamis (20/11) pagi.
Sejumlah warga tampak bergegas keluar rumah untuk mencari tempat aman ketika getaran terjadi secara tiba-tiba.
Baca Lainnya :
- Usulan WPR Emas di Parimo Picu Penolakan, Warga Ingatkan Status Daerah sebagai Lumbung Pangan
- Elemen Masyarakat Desa Kotaraya Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba
- Hujan Lebat Picu Banjir, Jalur Air di Parigi Barat Perlu Dinormalisasi
- Air Meluap ke Permukiman, Banjir Genangi Dua Desa di Parigi Moutong
- Warga Sausu Temukan Senpi Rakitan Tertimbun Tanah
Meski menimbulkan kepanikan, tidak ada laporan kerusakan signifikan dari lokasi tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa berkekuatan magnitudo 4,8 itu terjadi pada pukul 08.15 WITA.
Episenter berada di darat, sekitar 39 kilometer barat Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Jadi tadi pagi pukul 08.15 WITA, Parigi Moutong diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,8. Lokasinya berada di darat pada jarak 39 kilometer barat Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer,” ujar Iwal Islamudin, selaku Pengamat BMKG Stasiun Geofisika Palu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Tomini yang melintas di wilayah Parigi Moutong.
Ia menyebut, dari estimasi peta guncangan, getaran dirasakan hingga Tolitoli dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa jelas di dalam rumah.
Iwal juga menyampaikan bahwa setelah gempa utama terjadi, BMKG mencatat adanya serangkaian gempa susulan.
Menurut laporan, terdapat lima kali gempa susulan dan satu di antaranya mencapai magnitudo 4,5 yang turut dirasakan warga Tolitoli.
“Setelah gempa bumi utama ada beberapa gempa bumi susulan. Terdapat lima gempa bumi susulan, dan yang terbesar 4,5 sempat dirasakan juga di daerah Tolitoli,” jelasnya.
Hingga kini, gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan maupun laporan korban.
BMKG menegaskan, gempa tidak berpotensi tsunami dan meminta warga tetap tenang serta menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Warga juga diimbau memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, terutama apabila terdapat retakan yang dapat membahayakan struktur. (Rul/Nl)










