- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
Usulan WPR Emas di Parimo Picu Penolakan, Warga Ingatkan Status Daerah sebagai Lumbung Pangan

Keterangan Gambar : Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk komoditas emas di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Parimo – Rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk komoditas emas di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali memicu penolakan warga. Aksi unjuk rasa digelar oleh sejumlah elemen masyarakat yang menilai usulan tersebut berpotensi merusak sektor pangan dan lingkungan.
Selama ini aktivitas tambang emas di beberapa titik dinilai berdampak negatif terhadap persawahan dan sumber air. Sejumlah lahan warga terdampak lumpur, sementara aliran sungai menjadi keruh sehingga tidak layak dikonsumsi hewan ternak. Kondisi itu disebut merugikan petani serta nelayan yang bergantung pada sumber daya alam di wilayah tersebut.
Baca Lainnya :
- Satgas PKA dan Pakar ITB Verifikasi Keretakan Rumah Warga Diduga Akibat Aktivitas PLTA di Poso
- Program Dukungan Psikososial untuk 31 Sekolah Terdampak Gempa Poso Dimulai di Palu
- Posbakum Desa dan Kelurahan di Sulteng Capai 78,38 Persen, Delapan Daerah Sudah Tuntas
- Kaili Jadi Salah Satu Etnis Paling Banyak di Indonesia, Masuk 25 Besar
- BKSDA Selidiki Penyebab Kematian Buaya Muara yang Terdampar di Teluk Palu
Koordinator lapangan Forum Mahasiswa Kabupaten Parigi Moutong Menggugat (FMKPM), Talib, mendesak Pemerintah Daerah Parimo mengevaluasi secara menyeluruh usulan WPR dan WP. Ia menegaskan pentingnya mempertimbangkan posisi Parigi Moutong sebagai daerah penyangga pangan di Sulawesi Tengah.
“Kami berharap Pemda Parimo melakukan evaluasi usulan WPR dan WP dengan melihat Parimo sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Tengah,” ujar Talib, Kamis (20/11/2025).
Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan serta layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Talib turut mengajak masyarakat mendukung program pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan agar sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Ia berharap Parigi Moutong dapat berkembang sebagai lumbung pangan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
“Mari sama-sama kita dukung program pemerintah dengan meningkatkan swasembada pangan sehingga ke depan Parimo benar-benar menjadi lumbung pangan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya. (BIM/Nl)










