- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Hingga Rabu Malam, Total Gempa Susulan M 6,7 Tembus 612 Kali
- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
Elemen Masyarakat Desa Kotaraya Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba
.jpg)
Keterangan Gambar : Sejumlah elemen masyarakat di Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, melakukan gerakan memerangi narkoba. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Parigi Moutong — Kekhawatiran terhadap meningkatnya peredaran dan penyalahgunaan narkoba mendorong berbagai elemen masyarakat di Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, untuk bersatu melakukan gerakan pencegahan.
Para pemuda, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa menyatakan komitmen bersama menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.
Baca Lainnya :
- Hujan Lebat Picu Banjir, Jalur Air di Parigi Barat Perlu Dinormalisasi
- Air Meluap ke Permukiman, Banjir Genangi Dua Desa di Parigi Moutong
- Warga Sausu Temukan Senpi Rakitan Tertimbun Tanah
- Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya Tahap IV, 256 Personel Diterjunkan
- Tambang Ilegal Jadi Sorotan Wabup Parigi Moutong di Tengah Merebaknya Kasus Malaria
Koordinator lapangan, Fandi Alang, menilai pemuda harus berada di garis terdepan dalam upaya melawan penyalahgunaan narkoba.
“Kami, para pemuda, harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba. Jangan biarkan masa depan kita hancur karena barang haram ini. Saatnya pemuda tampil, bergerak, dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitar,” ujarnya melalui rilisnya diterima media ini, Jumat (14/11) pagi.
Tokoh masyarakat setempat, Farid Pudangga, juga menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.
Pemberantasan narkoba, menurutnya, bukan hanya tugas polisi. Namun tanggung jawab bersama.
Tokoh Masyarakat disebutnya siap mendorong kebijakan dan dukungan terhadap pemerintah untuk kegiatan edukatif dan rehabilitatif di tingkat desa.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa narkoba tidak hanya merusak jasmani, tetapi juga akhlak dan hubungan manusia dengan Tuhan.
"Agama mana pun tidak membenarkan perbuatan yang merusak diri sendiri. Narkoba adalah musuh iman dan musuh kemanusiaan. Mari kita bentengi anak-anak kita dengan nilai moral dan keimanan yang kuat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Desa Persatuan, Riflan, yang menegaskan komitmen pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba.
“Kami akan bekerja sama dengan BNN, kepolisian, dan lembaga pemuda untuk menggelar penyuluhan rutin dan razia di titik-titik rawan. Pemerintah desa tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah ini,” tegasnya terpisah.
Gerakan bersama ini akan diwujudkan dalam Deklarasi Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Warga berharap langkah kolaboratif ini dapat menjadi awal bagi Parigi Moutong untuk tampil sebagai daerah yang konsisten dalam memerangi narkoba dan memberikan lingkungan yang aman bagi generasi muda. (Rul/Nl)










