- Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Nasional 2027, Total Ada 26 Hari
- Antisipasi Antrean Solar di Sulteng, Pemprov Dorong Kemudahan Pengisian BBM Truk Kontainer
- Hilang Kontak Hampir Dua Hari di Perairan Luwuk-Taliabu, 3 Awak KM Balama Ditemukan Selamat
- Prabowo Resmi Copot Purbaya dari Jabatan Menkeu, Suahasil Ditunjuk sebagai Pengganti
- Gaji di Bawah UMP Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah Gratis
- DPRD Kota Palu Prioritaskan Empat Ranperda Inisiatif untuk Propemperda 2027
- Ketua DPRD Kota Palu Dorong Warga Maksimalkan Fasilitas Kesehatan yang Ditanggung Pemerintah
- Nurhalis Nur Ajak Warga Palu Perbanyak Doa dan Amal di Tengah Kemarau
- Erman Lakuana Ajak Warga Palu Timur-Mantikulore Tingkatkan Partisipasi Sampaikan Aspirasi
- DPRD Kota Palu Minta Edukasi Cegah Kebakaran Digencarkan hingga Tingkat RT/RW
Ribuan KK Miskin di Donggala, Anwar Hafid: Kalau Mau Selesaikan Kemiskinan, Perbaiki Dulu Rumahnya

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, membuka Rapat Kerja Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Donggala di Kantor Bupati Donggala, Jumat (27/2/2026). (Foto : Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, Donggala – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa salah satu penghambat utama penurunan angka kemiskinan di Donggala adalah masih banyaknya rumah tidak layak huni (RTLH) yang ditempati masyarakat.
Menurutnya, jika ingin serius menyelesaikan persoalan kemiskinan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki kondisi tempat tinggal warga.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Blok Hunian Lapas Perempuan Palu Digeledah
- Sepekan Awal Ramadan, Sulawesi Tengah Alami 135 Kejadian Gempa
- Safari Ramadan di Parigi, Gubernur Sulteng Bagikan Bantuan ke Masjid Darussalam
- Gubernur Sulteng Dorong Kolaborasi Pembangunan di Parimo, Fokus Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting
- Wagub Reny Minta TPID se-Sulteng Gerak Cepat Kendalikan Inflasi Jelang Idul Fitri
“Kalau mau selesaikan kemiskinan, pertama perbaiki dulu rumahnya,” tegas Anwar Hafid saat membuka Rapat Kerja Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Donggala di Kantor Bupati Donggala, Jumat (27/2/2026).
Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), terdapat 4.846 kepala keluarga (KK) kategori miskin ekstrem di Donggala yang harus segera dientaskan. Gubernur meminta agar dilakukan verifikasi dan validasi (verval) untuk mengidentifikasi KK yang tinggal di rumah tidak layak huni sebagai dasar intervensi program pengentasan kemiskinan melalui bedah rumah.
“Ini yang harus kita kerjakan pertama untuk menyelesaikan kemiskinan,” lanjutnya.
Donggala pun ditetapkan sebagai pilot project bagi kabupaten lain di Sulawesi Tengah dalam transformasi RTLH menjadi rumah layak huni.
Selain itu, Gubernur juga mendorong Pemerintah Kabupaten Donggala agar konsisten menggunakan DTSEN dalam perencanaan pembangunan berbasis data sehingga program yang dijalankan lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Dalam rapat kerja daerah tersebut, Gubernur datang bersama seluruh kepala perangkat daerah Provinsi sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi menjadi supporting system bagi pemerintah kabupaten.
“Kami datang dengan perangkat daerah supaya kami punya pemahaman mau dibawa ke mana Donggala ini sesuai maunya Ibu Bupati,” ujarnya, seraya menjelaskan bahwa Program 9 BERANI dapat disinkronkan dengan program Pemerintah Kabupaten Donggala.
Sebagai wujud konkret dukungan, Gubernur Anwar Hafid juga menyerahkan bantuan pangan berupa 25 ton beras secara simbolis kepada Bupati Donggala, Vera Laruni, untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan. (Nul/Nl)










