- Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma ke Indonesia Jelang Ramadan, Siap Dibagi ke Masjid hingga Kampus
- Pre Launching Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Dua Rute Baru Segera Dibuka
- Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Target Cair Awal Ramadan
- Viral! Siswi MTs di Sigi Minta Menu MBG Dibuat Enak untuk Kado Ulang Tahun Ayahnya
- Johnny Limbunan Cup ke-18 Resmi Bergulir, Wadah Pembinaan Atlet Sulteng
- Sulteng Disambar 26.003 Petir dalam Sepekan, 10 Februari Paling Tinggi
- Aksi Bersih Serentak di Pantai Kampung Nelayan dan Pasar Masomba, 3 Ton Sampah Diangkut
- Jembatan Palu IV dan Elevated Road Resmi Dibuka, Warga Sudah Bisa Melintas
- Sesar Palu Koro Aktif, Donggala Tiga Kali Diguncang Gempa
- Denda Tunggakan BPJS Kelas 3 Akan Dihapus, Perpres Disiapkan
Palu Utara Catat Kasus Anak Kurang Gizi Terbanyak di Kota Palu

Keterangan Gambar : Ilustrasi anak naik di timbangan berat badan. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu – Kecamatan Palu Utara menjadi wilayah dengan jumlah anak penderita kekurangan gizi tertinggi di Kota Palu pada tahun 2024.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palu yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu, tercatat sebanyak 890 balita mengalami kekurangan gizi di seluruh wilayah kota.
Baca Lainnya :
- Atasi Lonjakan Pasien Pagi Hari, RSUD Anutapura Luncurkan Poliklinik Sore Eksekutif
- NTB Tempati Posisi Tiga Besar Daerah Penghasil Tembakau Nasional
- Bukan Palu, Bangkep dan Balut Jadi Daerah Paling Gemar Membaca di Sulteng
- Tak Hanya Pertengkaran dan Ekonomi, Kebiasaan Mabuk Alkohol Jadi Alasan Cerai di Sulteng
- Dari Palu hingga Morowali, Ini 5 Daerah dengan Kasus Perceraian Terbanyak di Sulteng
Dari angka tersebut, Kecamatan Palu Utara menyumbang kasus terbanyak dengan 306 anak yang tercatat mengalami gizi kurang.
Posisi kedua ditempati oleh Kecamatan Mantikulore dengan 143 kasus, disusul Kecamatan Tawaeli dengan 142 kasus, dan Kecamatan Palu Selatan sebanyak 101 kasus.
Sementara itu, sejumlah kecamatan lain mencatat angka di bawah 100 kasus, seperti Tatanga dengan total 70 kasus, Palu Barat 51 kasus, Ulujadi 49 kasus, dan Palu Timur yang menjadi wilayah dengan jumlah kasus terendah mencatat sebanyak 28 kasus.
Kondisi kekurangan gizi pada balita umumnya disebabkan oleh asupan makanan yang tidak seimbang serta faktor kesehatan dan lingkungan.
Data tersebut menunjukkan sebaran kasus gizi kurang yang masih terjadi di beberapa kecamatan di Kota Palu sepanjang tahun 2024. (Nul/Nl)










